Stok Hewan Kurban Iduladha 2026 di Jawa Barat Dipastikan Aman

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas memeriksa kesehatan hewan kurban di salah satu lapak penjualan ternak di Jawa Barat. Pemprov Jabar memastikan stok hewan kurban Iduladha 2026 dalam kondisi mencukupi dan aman. Foto: radargarut.id

Petugas memeriksa kesehatan hewan kurban di salah satu lapak penjualan ternak di Jawa Barat. Pemprov Jabar memastikan stok hewan kurban Iduladha 2026 dalam kondisi mencukupi dan aman. Foto: radargarut.id

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan ketersediaan hewan kurban untuk Iduladha 2026 berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Berdasarkan data Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS), stok hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Jawa Barat, Linda Al Amin mengatakan, jumlah stok domba diperkirakan mencapai 223.812 ekor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka tersebut meningkat dibandingkan Iduladha tahun lalu yang berada di angka 187.395 ekor.

Selain itu, stok sapi pada tahun ini juga mengalami peningkatan menjadi 120.916 ekor, dari sebelumnya 99.565 ekor pada Iduladha 2025.

Sementara jumlah kambing diperkirakan mencapai 61.578 ekor atau sedikit menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 63.319 ekor.

Untuk kerbau, stok tahun ini meningkat cukup signifikan menjadi sekitar 700 ekor dari sebelumnya 336 ekor.

Menurut Linda, peningkatan pasokan hewan kurban tahun ini dipengaruhi masih adanya stok hewan tahun lalu yang belum seluruhnya terserap pasar.

“Pengawasan lalu lintas hewan kurban telah dilaksanakan sejak Januari 2026 melalui aplikasi iSIKHNAS,” ujar Linda, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban secara langsung di lapak penjualan maupun kandang peternak.

Pemeriksaan tersebut meliputi kelengkapan dokumen kesehatan ternak seperti Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH), sertifikat veteriner, hingga status vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK).

Hewan yang dinyatakan sehat akan diberikan stiker tanda sehat kurban sebagai bukti telah lolos pemeriksaan.

Beberapa penyakit yang menjadi fokus pengawasan di antaranya PMK, penyakit kulit berbenjol atau Lumpy Skin Disease (LSD), hingga cacingan.

Pemprov Jabar juga akan melakukan pemeriksaan antemortem menjelang Iduladha untuk memastikan kondisi fisik dan kesehatan hewan sebelum disembelih.

Setelah proses penyembelihan, pemeriksaan postmortem juga dilakukan terhadap daging dan organ dalam hewan kurban guna memastikan keamanan konsumsi masyarakat.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Larang Praktik Titipan dalam Penerimaan Siswa Sekolah Maung
Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Berprestasi di Level Internasional
Jelang Idul Adha, Disperindag Jabar Gelar Pasar Murah di Enam Daerah
KDM Beri Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Usai Juara Super League 2025/2026
Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan di Bogor, Tersangka Tewas Usai Kecelakaan di Tol
Prakiraan Cuaca Bandung dan Jawa Barat Hari Ini, 25 Mei 2026: Hujan Guyur Siang hingga Malam
Wagub Erwan Optimistis Jabar Pertahankan Gelar Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2026
BMKG Prediksi Hujan Guyur Bandung dan Kota Besar di Jawa Barat

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 20:03 WIB

Dedi Mulyadi Larang Praktik Titipan dalam Penerimaan Siswa Sekolah Maung

Senin, 25 Mei 2026 - 19:44 WIB

Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Berprestasi di Level Internasional

Senin, 25 Mei 2026 - 19:01 WIB

Jelang Idul Adha, Disperindag Jabar Gelar Pasar Murah di Enam Daerah

Senin, 25 Mei 2026 - 10:00 WIB

Polisi Kejar Pelaku Pembunuhan di Bogor, Tersangka Tewas Usai Kecelakaan di Tol

Senin, 25 Mei 2026 - 07:35 WIB

Prakiraan Cuaca Bandung dan Jawa Barat Hari Ini, 25 Mei 2026: Hujan Guyur Siang hingga Malam

Berita Terbaru

Nasional

Konversi LPG ke CNG Dinilai Bisa Kurangi Impor Energi

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:00 WIB