Kabar Pajajaran – Pemerintah kembali menggelar Olimpiade Olahraga Siswa Nasional 2026 sebagai ajang bergengsi untuk menjaring atlet muda berbakat dari seluruh Indonesia. Melalui Pusat Prestasi Nasional, pemerintah mendorong sekolah dan siswa aktif berpartisipasi dalam kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas.
Ajang ini berada di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan menjadi bagian penting dari implementasi Desain Besar Olahraga Nasional.
Agar tidak salah pilih, berikut daftar lengkap cabang olahraga (cabor) O2SN 2026 untuk semua jenjang pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Fokus Pembinaan Disesuaikan Jenjang
Penyelenggara menyesuaikan setiap cabang olahraga dengan tingkat perkembangan siswa. Mereka merancang kompetisi mulai dari penguatan motorik dasar di SD hingga peningkatan teknik dan daya saing di tingkat SMA.
Cabor O2SN 2026 Jenjang SD
Penyelenggara menitikberatkan kompetisi jenjang SD pada pengembangan kemampuan dasar dan keberanian siswa.
Berikut cabang olahraga yang dipertandingkan:
- Atletik (Kange Escape Formula 1)
- Renang (50 meter gaya bebas, dada, punggung, dan kupu-kupu)
- Bulutangkis (tunggal)
- Pencak Silat (jurus tunggal dan tanding kelas H > 40–42 kg)
- Senam
Cabor O2SN 2026 Jenjang SMP
Penyelenggara meningkatkan tantangan di jenjang SMP dengan standar teknik yang lebih tinggi dan kompetitif.
Berikut daftar cabor:
- Atletik (Trilomba: lari 60 meter, lompat jauh, tolak peluru)
- Bulutangkis (tunggal putra dan putri)
- Renang (50 meter semua gaya)
- Panjat Tebing (lead dan speed)
- Pencak Silat (jurus tunggal dan tanding kelas F)
Cabor O2SN 2026 Jenjang SMA/K
Penyelenggara menjadikan jenjang SMA sebagai tahap pembinaan lanjutan menuju atlet profesional.
Berikut cabang olahraga yang diperlombakan:
- Atletik (Trilomba)
- Bulutangkis (tunggal)
- Renang (50 meter semua gaya)
- Panjat Tebing (speed dan lead)
- Pencak Silat (jurus tunggal dan tanding kelas F > 45–48 kg)
Jadwal Penting O2SN 2026
Penyelenggara membuka pendaftaran secara daring mulai 13 Maret hingga 30 April 2026. Mereka kemudian melanjutkan seleksi secara berjenjang dari tingkat sekolah, kecamatan, hingga provinsi.
Jika lolos, peserta akan bertanding di tingkat nasional pada 17–22 Agustus 2026.
Peserta Wajib Teliti Saat Mendaftar
Sekolah dan siswa harus memastikan seluruh data valid sebelum mendaftar. Operator sekolah perlu menginput data secara teliti, termasuk NISN dan dokumen pendukung.
Setiap siswa hanya boleh memilih satu cabang olahraga, sehingga mereka harus mempertimbangkan pilihan dengan matang.
Panitia Terapkan Sanksi Tegas
Penyelenggara menegaskan pentingnya kejujuran dalam kompetisi. Mereka akan langsung mendiskualifikasi peserta yang terbukti melakukan kecurangan, termasuk manipulasi data.
Selain itu, panitia juga dapat memberikan sanksi kepada pihak kontingen yang terlibat.
Kesempatan Emas Raih Prestasi Nasional
Melalui Olimpiade Olahraga Siswa Nasional, siswa tidak hanya berkompetisi, tetapi juga membangun karakter, disiplin, dan semangat juang.
Karena itu, sekolah dan siswa perlu mempersiapkan diri sejak dini agar dapat meraih hasil maksimal di O2SN 2026. *** (Chq)






