KDM Beri Kompensasi Rp50 Ribu untuk Pencari Koin di Pantura, Demi Kelancaran Mudik Lebaran

Rabu, 18 Maret 2026 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Penyapu koin di Jembatan Sewo (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Foto: Penyapu koin di Jembatan Sewo (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

KOTA BANDUNG, Kabar Pajajaran — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan kompensasi sebesar Rp50.000 per hari kepada para pencari koin di jalur Pantura, tepatnya di sekitar Jembatan Sewo, perbatasan Indramayu–Subang. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik Idulfitri 2026.

Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, mengatakan kompensasi tersebut diberikan dengan syarat para pencari koin tidak beraktivitas selama periode mudik Lebaran. Langkah ini juga bertujuan mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas di jalur padat tersebut.

“Sore ini saya kasih uang lebaran, tidak boleh cari koin di jalur Indramayu-Subang,” ujar KDM, Rabu (18/3/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para penerima kompensasi diminta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Pendataan dilakukan oleh perangkat RT dan RW untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat Ade Afriandi menjelaskan, kompensasi diberikan selama 12 hari, yakni enam hari sebelum dan enam hari setelah Idulfitri.

“Selama tidak beraktivitas, ada kompensasi dari Pemprov sebesar Rp50.000 per orang per hari, dikali 12 hari,” ujarnya.

Berdasarkan data DPMD Jabar per 17 Maret 2026, terdapat 104 pencari koin di Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, serta 55 orang di Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang.

Namun demikian, pemerintah mengakui adanya fenomena pencari koin musiman yang kerap muncul saat periode mudik. Mereka tidak hanya berasal dari dua desa tersebut, tetapi juga dari wilayah lain. Karena itu, pendataan ulang akan dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jumlah penerima.

Aktivitas pencari koin di jalur Pantura sendiri telah lama menjadi perhatian. Selain mengganggu kelancaran lalu lintas, kegiatan ini juga dinilai berisiko tinggi bagi keselamatan, baik bagi pencari koin maupun pengguna jalan. Faktor ekonomi dan tradisi yang sudah berlangsung lama menjadi alasan utama mereka tetap bertahan di jalan. ***(Chokie)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru