Gempa M4,2 Guncang Sukabumi Dini Hari, Getaran Terasa hingga Cianjur dan Bogor

Minggu, 15 Maret 2026 - 05:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi, Kabar Pajajaran – Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu dini hari, 15 Maret 2026. Getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah sekitar Sukabumi hingga wilayah Cianjur dan Bogor.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 00.36.13 WIB dengan magnitudo 4,2. Hasil pemantauan menunjukkan pusat gempa berada pada koordinat 6,97 LS dan 106,98 BT atau sekitar 8 kilometer tenggara Kota Sukabumi.

Titik episenter berada di daratan dengan kedalaman sekitar 5 kilometer. Hasil pengecekan koordinat menunjukkan lokasi pusat gempa berada di wilayah Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya dalam Gempa M4,2 Guncang Sukabumi Dini Hari, Getaran Terasa hingga Cianjur dan Bogor

Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu dini hari, 15 Maret 2026. Getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah sekitar Sukabumi hingga wilayah Cianjur dan Bogor.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 00.36.13 WIB dengan magnitudo 4,2. Hasil pemantauan menunjukkan pusat gempa berada pada koordinat 6,97 LS dan 106,98 BT atau sekitar 8 kilometer tenggara Kota Sukabumi.

Titik episenter berada di daratan dengan kedalaman sekitar 5 kilometer. Hasil pengecekan koordinat menunjukkan lokasi pusat gempa berada di wilayah Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi.

Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk jenis gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Berdasarkan peta guncangan atau shakemap BMKG serta laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah Sukabumi.

Di wilayah Nyalindung, intensitas guncangan tercatat mencapai skala IV MMI. Pada skala ini getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan sebagian orang di luar ruangan, bahkan dapat menimbulkan bunyi pada dinding atau pintu.

Sementara itu, wilayah Sukabumi, Kabandungan, Tugubandung, Cipeuteuy, Cihamerang, Mekarjaya hingga Cianaga merasakan getaran dengan intensitas III hingga IV MMI. Getaran pada skala tersebut dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada kendaraan berat yang melintas.

Di wilayah Cianjur Kota, Cipanas, serta Kalapanunggal, intensitas gempa berada pada skala II hingga III MMI. Sedangkan daerah Palabuhanratu, Cimahi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dan Bogor merasakan getaran ringan pada skala II MMI.

Meski getaran dirasakan di sejumlah daerah, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat peristiwa gempa tersebut. BMKG juga memastikan hingga lebih dari setengah jam setelah kejadian tidak terdeteksi adanya gempa susulan.

“Hingga pukul 01.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan,” kata Hartanto.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan informasi resmi terkait gempa hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG, baik melalui media sosial, situs web, maupun aplikasi resmi lembaga tersebut.keterangan resmi.

Berdasarkan peta guncangan atau shakemap BMKG serta laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan cukup kuat di beberapa wilayah Sukabumi.

Di wilayah Nyalindung, intensitas guncangan tercatat mencapai skala IV MMI. Pada skala ini getaran dapat dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan sebagian orang di luar ruangan, bahkan dapat menimbulkan bunyi pada dinding atau pintu.

Sementara itu, wilayah Sukabumi, Kabandungan, Tugubandung, Cipeuteuy, Cihamerang, Mekarjaya hingga Cianaga merasakan getaran dengan intensitas III hingga IV MMI. Getaran pada skala tersebut dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada kendaraan berat yang melintas.

Di wilayah Cianjur Kota, Cipanas, serta Kalapanunggal, intensitas gempa berada pada skala II hingga III MMI. Sedangkan daerah Palabuhanratu, Cimahi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dan Bogor merasakan getaran ringan pada skala II MMI.

Meski getaran dirasakan di sejumlah daerah, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan akibat peristiwa gempa tersebut. BMKG juga memastikan hingga lebih dari setengah jam setelah kejadian tidak terdeteksi adanya gempa susulan.

“Hingga pukul 01.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan,” kata Hartanto.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan informasi resmi terkait gempa hanya diperoleh melalui kanal komunikasi resmi BMKG, baik melalui media sosial, situs web, maupun aplikasi resmi lembaga tersebut. *** (Chokie)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati
Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus
Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027
Pertama di Indonesia, Dedi Mulyadi Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang
Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta
Hadapi Tantangan Media Digital, Puluhan Wartawan Ikuti UKW di Majalengka
Aksi Ekologi Tutup MPLS Pancawaluya 2026, Sekda Jabar Ajak Siswa Bangun Karakter dari Kebiasaan Sederhana
Hari Jadi Purwakarta ke-195, KDM Ajak Warga Jaga Ekosistem Wujudkan Purwakarta Istimewa

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:00 WIB

10 Kabupaten/Kota Jabar-Jateng Siap Deklarasikan Dukungan Penuh untuk Bandara Kertajati

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:30 WIB

Dedi Mulyadi Evaluasi Angkot Tua dan Siapkan Bandara Husein Beroperasi Kembali Mulai Agustus

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:00 WIB

Era Baru Transportasi Bandung Raya Dimulai, BRT Modern Siap Beroperasi pada 2027

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:55 WIB

Pertama di Indonesia, Dedi Mulyadi Letakkan Batu Pertama Pabrik Alat Berat Elektrik di Karawang

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:00 WIB

Dedi Mulyadi Buka Sayembara Tangkap Begal, Warga Berpeluang Dapat Hadiah hingga Rp50 Juta

Berita Terbaru