Kabar Pajajaran – Volume kendaraan yang melintasi wilayah Jawa Barat pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026 diprediksi mengalami peningkatan sekitar 2,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Diperkirakan sebanyak 3,5 juta kendaraan akan keluar dari wilayah Jawa Barat saat musim mudik Lebaran 2026.
Untuk menjaga kelancaran serta keselamatan perjalanan masyarakat, warga diimbau mengikuti setiap arahan rekayasa lalu lintas yang diterapkan oleh aparat kepolisian. Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif guna menghadapi lonjakan volume kendaraan selama arus mudik.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai skema rekayasa lalu lintas. Salah satunya adalah penerapan sistem satu arah atau one way di sejumlah ruas tol strategis untuk menarik arus kendaraan ketika terjadi kepadatan tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, sistem contra flow juga disiapkan di Tol Jakarta–Cikampek serta Tol Jakarta–Bogor–Ciawi (Jagorawi) guna mengurai kemacetan yang berpotensi terjadi di titik-titik krusial.
“Penerapan rekayasa ini akan dilakukan secara situasional dan dinamis, merujuk pada pemantauan kondisi arus lalu lintas secara real-time oleh petugas di lapangan,” ujar Hendra dalam keterangan tertulis di Bandung, Rabu (11/3/2026).
Tidak hanya pengaturan arus lalu lintas, Polda Jabar juga menyiagakan sebanyak 332 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu. Pos-pos tersebut tersebar di jalur tol, jalur arteri, kawasan wisata, hingga pusat transportasi umum.
Keberadaan pos tersebut bertujuan memberikan pelayanan kepada para pemudik, mulai dari bantuan medis, informasi rute perjalanan, hingga tempat beristirahat sementara.
“Kami menginstruksikan kepada seluruh personel agar memberikan pelayanan yang mengedepankan sisi humanis. Keamanan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama kami, baik di jalur mudik maupun di objek wisata,” jelasnya.
Hendra juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kelancaran arus mudik. Ia mengimbau warga untuk merencanakan waktu perjalanan dengan baik agar dapat menghindari puncak kepadatan lalu lintas.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan mudik tahun ini bergantung pada tiga pilar utama, yakni sistem pengaturan lalu lintas yang efektif, profesionalisme personel di lapangan, serta dukungan sarana dan prasarana yang memadai.
“Koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat agar setiap potensi hambatan di jalur mudik dapat segera ditangani dengan cepat,” kata Hendra.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan. Pemanfaatan rest area secara bijak juga dianjurkan agar pengemudi tetap dalam kondisi bugar selama perjalanan.
“Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi lalu lintas resmi dari kanal komunikasi Polri agar mendapatkan panduan perjalanan yang akurat. Dengan persiapan yang matang ini, Polda Jabar berkomitmen mengawal perjalanan masyarakat agar aman dan nyaman hingga sampai di tujuan,” pungkasnya. *** (Ant)






