Mudik Lebaran 2026: Operasional Truk Dibatasi Mulai 13 Maret, Ini Daftar Kendaraan dan Jalurnya

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"Pemerintah akan mengevaluasi pembatasan angkutan barang secara berkala agar kebijakan yang diambil tetap proporsional, efektif, dan berpihak pada keselamatan pengguna jalan. Pembatasan ini bersifat dinamis, sehingga penyesuaian dapat dilakukan dengan melihat perkembangan situasi lalu lintas di lapangan, Foto (Kemenhub)

Kabar Pajajaran – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026. Kebijakan ini diterapkan untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas sekaligus mengurangi kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan tol dan jalur arteri utama.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi kendaraan pribadi serta angkutan penumpang yang melakukan perjalanan mudik menuju kampung halaman.

Melalui akun resmi Instagram @kementerianpu, pemerintah menegaskan bahwa pembatasan operasional angkutan barang merupakan bagian dari upaya pengaturan lalu lintas selama periode Lebaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, meminimalkan potensi kecelakaan, sekaligus memastikan arus kendaraan pribadi dan angkutan penumpang dapat bergerak lebih lancar,” tulis akun resmi @kementerianpu, Rabu (11/3/2026).

Jadwal Pembatasan Angkutan Barang

Kementerian PU menetapkan pembatasan operasional angkutan barang selama periode arus mudik hingga arus balik Lebaran 2026.

Adapun jadwal pembatasan tersebut adalah:

  • Tanggal: Jumat, 13 Maret 2026 hingga Minggu, 29 Maret 2026

  • Waktu: Pukul 12.00 hingga 24.00 WIB setiap hari

Kebijakan ini berlaku di sejumlah ruas jalan tol serta jalur arteri utama yang menjadi jalur favorit masyarakat saat mudik, khususnya di wilayah Pulau Jawa.

Jenis Kendaraan yang Dibatasi

Selama periode pembatasan, sejumlah kendaraan angkutan barang tidak diperbolehkan beroperasi pada jam yang telah ditentukan. Kategori kendaraan yang dibatasi meliputi:

  • Angkutan barang dengan tiga sumbu atau lebih

  • Angkutan barang dengan kereta tempelan

  • Angkutan barang dengan kereta gandengan

  • Angkutan barang yang membawa hasil galian seperti tanah, pasir, dan batu

  • Angkutan barang yang membawa hasil tambang

  • Kendaraan pengangkut bahan bangunan seperti besi, semen, dan kayu

Pembatasan ini dilakukan untuk mengurangi dominasi kendaraan berat di jalan raya yang berpotensi memperlambat arus lalu lintas selama masa mudik Lebaran.

Angkutan Logistik yang Dikecualikan

Meski pembatasan diberlakukan, pemerintah tetap memberikan pengecualian bagi beberapa jenis angkutan logistik yang membawa kebutuhan penting masyarakat.

Jenis kendaraan yang tetap diperbolehkan melintas antara lain:

  • Angkutan bahan bakar minyak dan bahan bakar gas (BBM/BBG)

  • Kendaraan pengangkut hantaran uang

  • Angkutan hewan ternak

  • Angkutan pupuk

  • Angkutan sepeda motor dalam program mudik gratis

Selain itu, angkutan yang membawa bahan kebutuhan pokok juga tetap diperbolehkan beroperasi. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Beras, jagung, gula, dan berbagai jenis tepung seperti terigu, gandum, dan tapioka

  • Sayuran dan buah-buahan

  • Daging, ikan, serta daging unggas

  • Minyak goreng, mentega, susu, telur, dan garam

  • Kedelai, bawang, hingga kopi

Dengan adanya pengecualian tersebut, pemerintah memastikan distribusi logistik penting bagi masyarakat tetap berjalan lancar selama periode mudik Lebaran.

Jalur yang Terdampak Pembatasan

Di wilayah Jawa Barat, pembatasan operasional angkutan barang juga diberlakukan di sejumlah jalur arteri Trans Jawa yang sering menjadi rute utama perjalanan mudik.

Beberapa ruas jalan yang terdampak antara lain:

  • Jakarta – Bekasi – Cikampek – Pamanukan – Cirebon

  • Bandung – Nagreg – Tasikmalaya – Banjar

  • Nagreg – Garut

  • Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon

  • Bogor – Ciawi – Sukabumi – Cianjur – Bandung

  • Ciawi – Puncak – Cianjur

  • Padalarang – Cimahi

  • Karawang – Subang – Indramayu – Cirebon

  • Jalur Pantai Selatan: Sukabumi – Pelabuhan Ratu – Pangandaran – Banjar

  • Subang – Lembang – Bandung

Sementara untuk jalur penghubung antarprovinsi, pembatasan juga berlaku di ruas Cirebon – Brebes, yang merupakan jalur utama penghubung Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Dengan adanya pengaturan tersebut, pemerintah berharap arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih tertib, aman, serta lancar bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak jauh. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru