Viral di Medsos! Toko di Kramat Jati Dilempari Oli oleh Warga

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Obat, (Google)

Ilustrasi Obat, (Google)

Kabar Pajajaran – Sebuah toko yang diduga menjual obat keras jenis tramadol di kawasan Kramat Jati menjadi perhatian warga setelah sebuah video aksi pelemparan oli ke arah toko tersebut beredar di media sosial.

Peristiwa itu disebut terjadi di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang pengendara sepeda motor berhenti di depan toko sebelum melemparkan oli ke arah bangunan tersebut. Setelah melakukan aksinya, pelaku langsung meninggalkan lokasi dengan sepeda motor.

Dalam video yang sama juga terlihat dua orang sedang melakukan transaksi dengan penjaga toko sebelum insiden pelemparan terjadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian dari Polsek Kramat Jati langsung melakukan pengecekan ke lokasi.

Kanit Reskrim Polsek Kramat Jati, Fadoli, mengatakan pihaknya mendatangi tempat kejadian bersama perangkat lingkungan setempat.

“Semalam sudah kita cek bersama Ketua RW dan RT di lokasi. Toko dalam kondisi tutup dan digembok dari luar,” kata Fadoli saat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2026).

Polisi kemudian berupaya mencari pemilik toko untuk memastikan aktivitas yang dilakukan di tempat tersebut. Karena tidak ada pihak yang datang membuka toko, petugas bersama pengurus lingkungan akhirnya membuka rolling door toko secara paksa.

Namun saat diperiksa, kondisi di dalam toko sudah kosong.

“Tindakan yang dilakukan adalah membuka paksa rolling door bersama ketua RT dan RW. Di dalam toko sudah kosong, hanya ada lemari etalase,” ujarnya.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pemilik toko tersebut serta memastikan kebenaran dugaan penjualan obat keras tanpa izin.

Kasus ini juga menjadi perhatian masyarakat setempat karena peredaran obat keras seperti tramadol tanpa pengawasan medis dinilai dapat membahayakan kesehatan serta memicu berbagai masalah sosial di lingkungan sekitar.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Matahari Tepat di Atas Mekkah, BMKG Ajak Masyarakat Kalibrasi Arah Kiblat 15-17 Juli 2026
Kemenhaj Ajukan Skema Baru Haji 2027, Jemaah Cukup Bayar Rp42,8 Juta
Google Ubah Aturan Backup Android, Mulai Sekarang Seluruh Data Ikut Memakan Kuota Penyimpanan
Dr. dr. Tauhid Nur Azhar Jelaskan Tinjauan Neuropsikologi di Balik Kasus Penyekapan dan Penyiksaan
Psikopat Ramai Dikaitkan dengan Kasus Taufik Hidayat, Pakar Minta Publik Tak Asal Memberi Label
Dokter Ungkap Alasan Generasi Muda Mudah Stres Saat Mulai Bekerja
Bareskrim Ungkap Modus Judi Online Hayam Wuruk, Polanya Mirip Sindikat Kamboja dan Myanmar
Air Putih atau Air Lemon? Simak Pilihan Terbaik untuk Menjaga Hidrasi Tubuh

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:02 WIB

Matahari Tepat di Atas Mekkah, BMKG Ajak Masyarakat Kalibrasi Arah Kiblat 15-17 Juli 2026

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:00 WIB

Kemenhaj Ajukan Skema Baru Haji 2027, Jemaah Cukup Bayar Rp42,8 Juta

Rabu, 8 Juli 2026 - 10:00 WIB

Google Ubah Aturan Backup Android, Mulai Sekarang Seluruh Data Ikut Memakan Kuota Penyimpanan

Minggu, 28 Juni 2026 - 12:44 WIB

Dr. dr. Tauhid Nur Azhar Jelaskan Tinjauan Neuropsikologi di Balik Kasus Penyekapan dan Penyiksaan

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:00 WIB

Psikopat Ramai Dikaitkan dengan Kasus Taufik Hidayat, Pakar Minta Publik Tak Asal Memberi Label

Berita Terbaru