Kabar Pajajaran— Tradisi berbagi uang baru saat Lebaran selalu memicu lonjakan permintaan penukaran uang pecahan kecil. Setiap tahun, masyarakat berburu kuota penukaran melalui layanan kas keliling Bank Indonesia yang dipesan lewat situs pintar.bi.go.id. Namun, tak sedikit yang kehabisan kuota karena tingginya minat.
Meski demikian, publik sebenarnya memiliki jalur alternatif resmi selain melalui sistem PINTAR BI. Masyarakat dapat menukar uang baru langsung di kantor cabang sejumlah bank nasional tanpa harus melakukan reservasi online, selama persediaan harian masih tersedia.
Beberapa bank yang melayani penukaran uang baru antara lain Bank Central Asia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, dan Bank Mandiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Apa Bedanya dengan Jalur PINTAR BI?
Penukaran melalui kas keliling Bank Indonesia mewajibkan pemesanan kuota secara online dan memiliki batas maksimal Rp5,3 juta per orang. Sistemnya terjadwal dan mengikuti periode yang telah ditentukan.
Sementara itu, di loket perbankan, masyarakat dapat datang langsung (go show) ke kantor cabang. Meski tidak memerlukan reservasi, ketersediaan uang baru tetap bergantung pada stok masing-masing cabang.
Sebagian bank memprioritaskan nasabahnya, terutama untuk transaksi melalui pendebetan rekening. Namun, tukar tunai tetap dilayani sesuai kebijakan cabang.
Prosedur Umum Penukaran di Bank
Secara umum, prosedur penukaran di bank relatif sederhana:
-
Datang ke kantor cabang (disarankan Kantor Cabang Utama karena stok lebih besar)
-
Ambil nomor antrean Teller
-
Siapkan KTP asli
-
Bawa kartu debit atau buku tabungan (jika ingin melalui debet rekening)
-
Serahkan uang lama dalam kondisi rapi dan layak edar (jika tukar tunai)
Beberapa bank juga menyediakan paket bundel pecahan tertentu untuk mempercepat proses layanan, terutama saat periode ramai menjelang Idulfitri.
Perhatikan Kuota Harian
Meski tanpa reservasi online, kuota penukaran di loket bank tetap terbatas setiap harinya. Pada musim Lebaran, antrean biasanya meningkat signifikan, bahkan stok uang baru di beberapa cabang dapat habis sebelum jam makan siang.
Masyarakat disarankan datang lebih pagi untuk meningkatkan peluang mendapatkan uang baru.
Tetap Waspada terhadap Jasa Calo
Otoritas perbankan juga mengingatkan agar masyarakat menghindari jasa penukaran tidak resmi di pinggir jalan. Selain adanya potongan hingga 10–20 persen, risiko peredaran uang palsu cukup tinggi.
Penukaran melalui bank dan kas keliling Bank Indonesia tetap menjadi jalur resmi dan bebas biaya.
Dengan adanya dua opsi resmi—melalui sistem PINTAR BI maupun langsung ke kantor cabang bank—masyarakat memiliki lebih banyak alternatif untuk memenuhi kebutuhan uang baru menjelang Lebaran 2026. ***Anton






