Bandung, Kabar Pajajaran – Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Selain menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh, setiap negara memiliki tradisi unik yang membuat suasana Ramadan semakin khas dan penuh warna.
Perbedaan budaya dan kondisi geografis membuat pengalaman puasa di tiap negara berbeda, baik dari durasi waktu berpuasa hingga tradisi sahur dan berbuka. Berikut serba-serbi puasa Ramadan di berbagai belahan dunia yang menarik untuk diketahui.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Libanon: Tradisi Meriam Penanda Berbuka
Di Libanon, waktu berbuka puasa ditandai dengan dentuman meriam yang dikenal sebagai Midfa Al Iftar. Tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu dan masih dipertahankan hingga kini sebagai simbol kebersamaan dan kegembiraan saat berbuka.
Dentuman meriam menjadi tanda resmi bagi masyarakat untuk menyantap hidangan iftar bersama keluarga.
Turki: Drum Sahur dan Nuansa Ottoman
Di Turki, tradisi membangunkan sahur dilakukan dengan tabuhan drum oleh para penabuh keliling. Mereka mengenakan pakaian tradisional era Ottoman seperti fez dan rompi bermotif khas.
Tradisi ini bukan sekadar membangunkan warga, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya Ramadan yang tetap dijaga hingga sekarang.
Mesir: Lentera Warna-Warni Penuh Makna
Ramadan di Mesir identik dengan lentera khas yang disebut fanous. Lentera warna-warni ini menghiasi rumah, jalanan, dan pusat perbelanjaan sebagai simbol persatuan, kegembiraan, dan cahaya spiritual selama bulan suci.
Tradisi ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Ramadan di Mesir.
India: Seheriwalas, Pengingat Sahur dari Masa ke Masa
Di beberapa wilayah India, terutama dengan populasi Muslim besar, terdapat tradisi Seheriwalas Delhi. Para seheriwala berkeliling kota untuk membangunkan warga sahur.
Meski zaman sudah modern, tradisi ini masih dipertahankan sebagai simbol kebersamaan dan semangat Ramadan.
Rusia: Durasi Puasa Panjang dan Minuman Kvass
Di Rusia, durasi puasa bisa mencapai hingga 20 jam tergantung musim. Meski cukup panjang, umat Muslim di Rusia tetap menjalankan ibadah dengan penuh semangat.
Saat berbuka, mereka kerap berkumpul di masjid dan menyantap hidangan khas, termasuk minuman tradisional Kvass yang terbuat dari roti hitam fermentasi. Menu berbuka biasanya juga dilengkapi buah, sayuran, serta olahan daging.
Ramadan, Tradisi Berbeda Spirit Sama
Meski setiap negara memiliki tradisi berbeda dalam menyambut Ramadan, semangat yang diusung tetap sama: kebersamaan, kesederhanaan, dan peningkatan spiritualitas.
Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan memperkuat nilai kemanusiaan.
Jangan lupa untuk tetap menjaga pola makan seimbang dan gaya hidup sehat agar ibadah puasa berjalan lancar dan tubuh tetap prima sepanjang bulan suci. ***Chokie






