KDM Titip Pesan ke Disdik Jabar: Siswa Harus Cinta Alam Sejak Dini, Bambu Jadi Media Belajar

Senin, 9 Februari 2026 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat bersama relawan dan peserta kegiatan menanam bambu di kawasan aliran sungai sebagai bagian dari edukasi cinta lingkungan. Gerakan ini menjadi contoh pembelajaran langsung bagi generasi muda bahwa menjaga alam adalah investasi masa depan yang dimulai sejak dini. Foto: Disdik Jabar

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat bersama relawan dan peserta kegiatan menanam bambu di kawasan aliran sungai sebagai bagian dari edukasi cinta lingkungan. Gerakan ini menjadi contoh pembelajaran langsung bagi generasi muda bahwa menjaga alam adalah investasi masa depan yang dimulai sejak dini. Foto: Disdik Jabar

Kota Bandung, Kabar Pajajaran – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto, kembali menegaskan pentingnya menanamkan kecintaan terhadap alam dan lingkungan kepada seluruh siswa sejak usia dini. Pesan tersebut, kata dia, merupakan penekanan berulang dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

“KDM selalu meminta agar para guru, dalam setiap proses belajar-mengajar, menanamkan semangat mencintai alam kepada para siswa,” ujar Purwanto kepada pers di Bandung, Rabu (9/2/2026).

Mengutip arahan gubernur, Purwanto menjelaskan bahwa masa depan bumi sangat ditentukan oleh sikap generasi muda hari ini. Karena itu, pendidikan cinta lingkungan sejak dini bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendasar. Sekolah, menurutnya, tidak hanya bertugas mencerdaskan akal, tetapi juga membentuk karakter yang peduli, bertanggung jawab, dan beretika terhadap lingkungan hidup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: WFA Lebaran 2026 Diharapkan Redam Lonjakan Mudik dan Jaga Perputaran Ekonomi

Dalam pandangannya, alam bukan sekadar latar kehidupan manusia, melainkan sumber kehidupan itu sendiri. Air, udara, tanah, dan hutan menjadi penopang keberlanjutan umat manusia. “Ketika siswa sejak kecil memahami hubungan ini, mereka akan tumbuh dengan kesadaran bahwa merusak alam sama artinya dengan merusak masa depan mereka sendiri. Sebaliknya, menjaga alam berarti merawat kehidupan,” ungkapnya.

Purwanto menambahkan, semangat mencintai alam tersebut telah ia rintis sejak menjabat Kepala Dinas Pendidikan di Purwakarta, salah satunya melalui gerakan menanam bambu. Bambu dinilai sebagai media pembelajaran yang konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari karena tumbuh cepat, kuat, serta serbaguna.

Selain mampu menyerap karbon, bambu juga mencegah erosi tanah, menyimpan air, dan memiliki nilai ekonomi serta budaya. “Dari alat rumah tangga, bangunan, hingga seni dan musik tradisional, bambu menjadi bukti bahwa alam menyediakan solusi ramah lingkungan jika dikelola dengan bijak,” tegasnya.

Baca juga: Operasi Keselamatan Lodaya 2026: Polresta Bandung Prioritaskan ETLE dan Tindak Tegas Knalpot Brong

Menurut Purwanto, mencintai bambu berarti menghargai kearifan alam sekaligus kearifan lokal. Melalui kegiatan menanam dan merawat bambu, siswa belajar kesabaran, tanggung jawab, serta kerja sama. “Bambu mengajarkan bahwa sesuatu yang tampak sederhana dapat memberi manfaat besar bagi banyak orang,” katanya.

Lebih jauh, kepedulian terhadap bambu dapat menjadi pintu masuk pendidikan lingkungan yang lebih luas. Siswa tidak hanya menghafal teori, tetapi mengalami langsung praktik menjaga alam. “Pengalaman ini akan membentuk empati ekologis—kesadaran batin bahwa manusia adalah bagian dari ekosistem, bukan penguasa tunggalnya,” tandas Purwanto.

Ia berharap, dengan menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan bambu sejak dini, Jawa Barat dapat menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan ekologis. “Generasi inilah yang kelak mampu mengambil keputusan pembangunan yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada kelestarian bumi,” pungkasnya.*** (Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KDM Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib, Bonus Juara dari Hasil Penjualan Sapi Pribadi
Dedi Mulyadi Ungkap Dampak Dolar Menguat, Kontraktor Enggan Ikut Tender Proyek Jalan
KIM Jadi Garda Terdepan Literasi Digital, Diskominfo Jabar Siapkan Evaluasi Berkala
Neraca Perdagangan Jawa Barat Surplus USD 8,90 Miliar pada Empat Bulan Pertama 2026
KDM Sambut Kajati Jabar Baru, Tekankan Pentingnya Sinergi dan Harmonisasi Antarlembaga
Wagub Jabar Ajak Masyarakat Hidupkan Nilai Pancasila sebagai Fondasi Persatuan dan Perdamaian Dunia
Pohon Tumbang di Depan Unpad Jatinangor Timpa 5 Pengendara Motor, Satu Korban Kritis
MRO Masuk BIJB Kertajati, Bupati Majalengka: Ini Harapan Baru yang Sudah Lama Ditunggu

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:37 WIB

KDM Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib, Bonus Juara dari Hasil Penjualan Sapi Pribadi

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:00 WIB

Dedi Mulyadi Ungkap Dampak Dolar Menguat, Kontraktor Enggan Ikut Tender Proyek Jalan

Rabu, 3 Juni 2026 - 09:11 WIB

KIM Jadi Garda Terdepan Literasi Digital, Diskominfo Jabar Siapkan Evaluasi Berkala

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:05 WIB

Neraca Perdagangan Jawa Barat Surplus USD 8,90 Miliar pada Empat Bulan Pertama 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:57 WIB

KDM Sambut Kajati Jabar Baru, Tekankan Pentingnya Sinergi dan Harmonisasi Antarlembaga

Berita Terbaru

Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka berkomitmen mengawal kebutuhan anggaran cabang olahraga (cabor) yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Forum Koordinator Cabor Kabupaten Majalengka dengan DPRD Majalengka di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Rabu (3/6/2026).

Olahraga

Forum Cabor Mengadu ke DPRD, Anggaran Porprov Jadi Sorotan

Rabu, 3 Jun 2026 - 18:00 WIB