Bukan Sekadar Kurang Formasi, Ini Tiga Faktor Utama Pemicu Kekosongan 200 Kursi Guru di Cimahi

Kamis, 5 Februari 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pensiun, mutasi menjadi pengawas, hingga pelantikan 36 kepala sekolah yang menjadi penyebab utama kekosongan tenaga pengajar di jenjang SD dan SMP di awal tahun 2026 di Kota Cimahi. Ilustrasi: Kabar Pajajaran

Pensiun, mutasi menjadi pengawas, hingga pelantikan 36 kepala sekolah yang menjadi penyebab utama kekosongan tenaga pengajar di jenjang SD dan SMP di awal tahun 2026 di Kota Cimahi. Ilustrasi: Kabar Pajajaran

Kota Cimahi, Kabar Pajajaran – Munculnya angka defisit 200 tenaga pendidik di Kota Cimahi pada awal semester genap 2026 menjadi sorotan publik. Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi, terdapat kekosongan 120 guru di jenjang SD dan 80 guru di jenjang SMP. Namun, kekosongan ini ternyata tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan akumulasi dari dinamika organisasi di internal satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, membedah tiga faktor utama yang menyebabkan ratusan kursi guru tersebut kosong. Faktor pertama adalah gelombang pensiun guru yang terjadi secara rutin setiap tahunnya. Faktor kedua, adanya sejumlah guru yang beralih tugas atau mutasi jabatan menjadi pengawas sekolah guna memenuhi kebutuhan manajerial di tingkat kewilayahan.

Baca juga: Cimahi Defisit 200 Guru di Semester Genap 2026, Disdik Pastikan KBM Tetap Berjalan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyebab ketiga yang cukup signifikan adalah promosi jabatan guru menjadi kepala sekolah. Nana menjelaskan bahwa pada 30 Desember 2025 lalu, terdapat 36 guru yang dilantik untuk mengisi kekosongan jabatan kepala sekolah. Meskipun promosi ini penting untuk kepemimpinan sekolah, dampaknya adalah terjadi kekosongan pada posisi guru kelas yang sebelumnya mereka tinggalkan.

“Kekosongan ini diakibatkan pensiun, mutasi jadi pengawas sekolah, dan pengisian kepala sekolah. Jadi bukan karena hal lain,” tegas Nana dalam wawancara di Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi.

Untuk mengantisipasi dampak langsung terhadap siswa, Disdik telah menginstruksikan para kepala sekolah untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada. Salah satu strategi legal yang digunakan adalah pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) maksimal sebesar 20% untuk membayar honorarium guru pengganti atau guru honorer.

Baca juga: Prabowo Bongkar Masalah BUMN: 1.040 Entitas Sulit Dikelola, Kini Disatukan dalam Danantara

Selain itu, Disdik Cimahi kini tengah mengolah data dari setiap satuan pendidikan agar para guru pengganti, khususnya lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG), dapat segera masuk ke dalam sistem Dapodik. Langkah ini bertujuan agar beban penggajian mereka dapat didorong ke pemerintah pusat, sehingga tidak membebani APBD Cimahi secara berlebihan.

Meski terjadi pergeseran jabatan besar-besaran, Nana memastikan bahwa proses belajar mengajar di kelas tetap berjalan dan bisa ditangani oleh guru lain maupun kepala sekolah secara kolektif.*** (Radit)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya
Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka
Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor
Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi
Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi
Sekda Herman Dorong Pemuda Sunda Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Jawa Barat
Kapolda Jabar Ungkap Kapasitas Fantastis Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung
TBI Team Juara Umum 1 Bandung Taekwondo Open 2026 dengan 18 Medali

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya

Kamis, 5 November 2026 - 10:00 WIB

Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi

Berita Terbaru