Kabupaten Bandung Barat, Kabar Pajajaran – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat kembali menyampaikan perkembangan penanganan bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Senin (26/1/2026).
Petugas Lapangan BPBD Bandung Barat, Suheri, mengatakan hingga Minggu (25/1/2026) sore, tim SAR gabungan telah menemukan sebanyak 24 korban. Seluruh korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dengan 14 orang sudah berhasil diidentifikasi, sementara 10 lainnya masih dalam proses identifikasi.
“Dari hasil pencarian sampai kemarin sore ditemukan 24 korban meninggal dunia. Sebanyak 14 orang sudah teridentifikasi, dan 10 lainnya masih menunggu kepastian identitas. Selain itu, masih ada sekitar 66 orang yang belum diketahui keberadaannya,” ujar Suheri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB tersebut berdampak pada permukiman warga di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu. Dari total 113 rumah, sebanyak 23 unit dilaporkan terdampak langsung material longsoran.
Terkait puluhan warga yang masih belum ditemukan, Suheri menyebut belum dapat dipastikan seluruhnya tertimbun longsor. Pasalnya, terdapat informasi bahwa sebagian warga sempat dijemput keluarga dan menjauh dari lokasi saat peristiwa terjadi.
“Kami berharap keluarga yang selamat dan sudah meninggalkan lokasi bisa segera melapor, supaya data korban bisa lebih akurat,” katanya.
Sementara itu, data pengungsian hingga Minggu mencatat sekitar 350 warga mengungsi di Aula Kantor Desa Pasirlangu. Sebagian di antaranya merupakan warga yang tinggal cukup jauh dari titik longsor. Pemerintah daerah mengimbau warga yang rumahnya aman untuk kembali, guna mengurangi kepadatan pengungsian, terutama demi menjaga kesehatan balita, lansia, dan ibu hamil.
Proses pencarian dan evakuasi melibatkan sekitar 500 personel gabungan dari BPBD, Basarnas, BNPB, TNI, Polri, serta relawan. Petugas menghadapi tantangan berat berupa kondisi tanah berlumpur, potensi longsor susulan, serta cuaca yang kerap berubah.
Informasi dari warga setempat menyebutkan timbunan material longsor diperkirakan mencapai kedalaman 5 hingga 8 meter. Untuk mempercepat pencarian, tim menurunkan empat unit alat berat berupa ekskavator.
Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian serius. Hujan gerimis dan kabut sempat menyelimuti area pencarian pada Senin pagi. Meski demikian, operasi pencarian tetap dilanjutkan dengan pemantauan cuaca secara berkala yang dilaporkan ke BNPB.
BPBD Kabupaten Bandung Barat sendiri menerjunkan 15 personel secara bergantian, yang tergabung dalam operasi SAR bersama ratusan petugas dari berbagai unsur.***Anton
















