Sudewo Buka Suara Usai Ditangkap KPK, Akui Sempat Ditemui Tiga Kades

Sabtu, 24 Januari 2026 - 07:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Pati Sudewo tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (20/1/2026). Foto: CNBC Indonesia

Foto: Bupati Pati Sudewo tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (20/1/2026). Foto: CNBC Indonesia

Jakarta, Kabar Pajajaran – Penangkapan Bupati Pati Sudewo terus menjadi sorotan publik. Selain dilakukan melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada hari yang sama dengan penangkapan Wali Kota Madiun, perhatian juga tertuju pada pernyataan Sudewo kepada awak media.

Sesaat setelah mengenakan rompi oranye di Gedung KPK, Sudewo menyampaikan sejumlah pernyataan kepada wartawan yang berada di lokasi.

Ia menegaskan bahwa selama menjabat sebagai Bupati Pati sejak dilantik pada Februari 2025, tidak pernah terjadi praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Kasus Kuota Haji Bergulir ke Tahap Baru, KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka

“Selama saya menjadi Bupati, pada pengangkatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati baik eselon III maupun eselon II yang ratusan orang, termasuk pejabat di RSUD dan BUMD, tidak ada satu pun yang transaksional,” kilahnya.

Sudewo juga menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak pernah menerima imbalan dalam proses pengangkatan pejabat di lingkungan Pemkab Pati.

Terkait penangkapannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin (19/1/2026), Sudewo mengklaim dirinya hanyalah korban dalam dugaan praktik jual beli jabatan perangkat desa sebagaimana yang disangkakan KPK.
“Saya menganggap saya ini dikorbankan, saya betul-betul tidak mengetahui sama sekali,” ujarnya.

Baca juga: Komisi IV DPRD Jabar Tinjau Insinerator Motah di Margahayu Tengah, Dinilai Efektif Namun Masih Hadapi Tantangan

Meski demikian, Sudewo tidak menampik bahwa tiga kepala desa yang turut diamankan KPK sempat menemuinya pada awal Desember 2025 untuk meminta arahan terkait pengisian jabatan perangkat desa.

Sebagaimana diketahui, Bupati Pati Sudewo ditangkap KPK melalui OTT pada Senin (19/1/2026) atas dugaan adanya transaksi jual beli jabatan perangkat desa.

Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan barang bukti uang tunai senilai Rp2,6 miliar dari Sudewo bersama tiga kepala desa. Uang tersebut diduga merupakan hasil pengumpulan para kepala desa yang rencananya akan diserahkan kepada Sudewo. *** (Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Harga BBM Resmi di Seluruh SPBU RI, Berlaku 18 April 2026
Evakuasi Selesai, Seluruh Korban Helikopter PK-CFX Tiba di Lanud Supadio
Helikopter PK-CFX Putus Kontak di Sekadau, Operasi Pencarian Dikebut
Empat Prajurit BAIS TNI Terancam 12 Tahun Penjara di Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditahan Kejaksaan Agung, Publik Soroti Nasib Lembaga Pengawas
Korlantas Berlakukan Nasional Pajak Kendaraan Tanpa KTP Pemilik Lama, Berlaku Sementara hingga 2026
Link Resmi Dibuka! Pemerintah Rekrut 30 Ribu Manajer Kopdes dan 5.476 Pegawai Nelayan
Tol Getaci Mandek, Pemerintah Timbang Alihkan Fokus ke Bendungan Pengendali Banjir

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 06:09 WIB

Harga BBM Resmi di Seluruh SPBU RI, Berlaku 18 April 2026

Jumat, 17 April 2026 - 22:07 WIB

Evakuasi Selesai, Seluruh Korban Helikopter PK-CFX Tiba di Lanud Supadio

Kamis, 16 April 2026 - 13:50 WIB

Helikopter PK-CFX Putus Kontak di Sekadau, Operasi Pencarian Dikebut

Kamis, 16 April 2026 - 13:36 WIB

Empat Prajurit BAIS TNI Terancam 12 Tahun Penjara di Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS

Kamis, 16 April 2026 - 13:15 WIB

Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditahan Kejaksaan Agung, Publik Soroti Nasib Lembaga Pengawas

Berita Terbaru