Kabarpajajaran.com – Pengusaha teknologi Elon Musk kembali mencetak sejarah dengan menjadi orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari 800 miliar dolar AS, atau setara sekitar Rp 14.000 triliun. Lonjakan kekayaan ini terjadi menyusul langkah strategis SpaceX mengakuisisi perusahaan kecerdasan buatan dan media sosial xAI, yang juga didirikan Musk.
Akuisisi tersebut menandai fase baru dalam ekspansi bisnis Musk. Ia kini menjadi satu-satunya tokoh teknologi global yang menggabungkan industri roket, kecerdasan buatan, internet satelit, dan media sosial dalam satu ekosistem terintegrasi, seluruhnya berada di bawah kendali satu figur.
Langkah ini sekaligus mempertegas posisi Musk sebagai figur dominan dalam lanskap teknologi global. Majalah Time sebelumnya menobatkan Musk sebagai Person of the Year 2021, atas kontribusinya dalam mendorong inovasi teknologi di Bumi dan luar angkasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menyatukan Roket, AI, dan Media Sosial
Pada awal Februari 2026, SpaceX resmi mengakuisisi xAI. Sebelumnya, xAI telah lebih dulu terintegrasi dengan platform media sosial X (sebelumnya Twitter), yang diambil alih Musk pada 2022.
Melalui struktur ini, Musk menyatukan sejumlah aset strategis, mulai dari teknologi roket dan satelit SpaceX, jaringan internet global Starlink, kecerdasan buatan xAI, hingga platform media sosial X. Musk menyebut penggabungan tersebut sebagai fondasi pembangunan ekosistem teknologi paling terintegrasi di Bumi dan luar angkasa.
Pascaakuisisi, SpaceX dan xAI diproyeksikan membentuk mesin inovasi vertikal, mencakup pengembangan AI, peluncuran roket, infrastruktur internet satelit, hingga komunikasi langsung ke perangkat seluler. Musk juga menyoroti pentingnya integrasi ini untuk membangun pusat data AI berbasis luar angkasa, seiring melonjaknya kebutuhan energi global untuk mengoperasikan teknologi AI.
Tidak ada miliarder atau CEO teknologi lain yang saat ini memiliki sekaligus mengonsolidasikan perusahaan roket, AI, dan media sosial dalam satu entitas bisnis.
Berdasarkan perhitungan Forbes, valuasi gabungan SpaceX dan xAI kini mencapai sekitar 1,25 triliun dolar AS. Kenaikan valuasi tersebut mendorong kekayaan Musk bertambah sekitar 84 miliar dolar AS, sehingga total kekayaannya diperkirakan menembus 852 miliar dolar AS. Musk disebut menguasai sekitar 43 persen saham entitas gabungan tersebut.
Mengendalikan Lima Perusahaan Bernilai Triliunan
Selain SpaceX dan xAI, Musk saat ini tercatat aktif mengendalikan sedikitnya lima perusahaan besar lintas sektor, dengan valuasi miliaran hingga triliunan dolar AS.
Berdasarkan data Crunchbase dan Companies Market Cap, Tesla tercatat memiliki valuasi sekitar 1,52 triliun dolar AS, disusul SpaceX dengan valuasi 800 miliar dolar AS, xAI sebesar 230 miliar dolar AS, Neuralink sekitar 10 miliar dolar AS, serta The Boring Company dengan valuasi 7 miliar dolar AS.
Bagi banyak eksekutif, memimpin satu perusahaan publik saja sudah menjadi tantangan besar. Musk melakukannya secara simultan di sejumlah perusahaan dengan skala global.
Dorong Teknologi Implan Otak
Melalui Neuralink, Musk juga mendorong pengembangan teknologi antarmuka otak-komputer atau brain-computer interface (BCI). Teknologi ini memungkinkan pasien dengan gangguan saraf untuk berinteraksi dengan perangkat digital hanya melalui sinyal otak.
Neuralink telah memasuki tahap uji coba pada manusia. Hingga September 2025, tercatat 12 pasien di berbagai negara telah menerima implan chip otak tersebut. Salah satu penerima awal, Noland Arbaugh, menyebut teknologi tersebut membantunya mendapatkan kembali rasa kemandirian setelah mengalami kelumpuhan total.
Memasuki awal 2026, Musk menyatakan Neuralink bersiap memasuki tahap produksi massal, sejalan dengan target perusahaan untuk menjangkau 1.000 pasien atau lebih dalam satu tahun. ***Anton
















