Bandung Barat, Kabar Pajajaran – Sebanyak 24 truk bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) diserahkan secara simbolis oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada korban bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (28/1/2026).
Kedatangan Mentan Amran Sulaiman bersama Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv disambut Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail. Penyerahan bantuan dilakukan langsung di lokasi bencana.
Amran menjelaskan, bantuan yang dikirim berupa makanan siap saji, beras, serta kebutuhan pokok lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita turun memberi bantuan 24 truk. Rencana awal 100 truk, tetapi karena keterbatasan lokasi, kami kirim 24 truk bantuan makanan siap saji, ditambah beras dan lainnya,” ujar Amran kepada awak media.
Selain bantuan darurat, Kementan juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui program penghijauan kembali di kawasan longsor dan daerah dengan kemiringan curam. Tanaman hortikultura rencananya akan diganti dengan tanaman perkebunan seperti kopi, kelapa, dan alpukat.
“Kita harus berikan solusi permanen. Bersama Komisi IV, kami akan mengganti tanaman hortikultura di daerah kemiringan tajam menjadi tanaman perkebunan, seperti kelapa, kopi, dan alpukat,” sebutnya.
Amran menambahkan, anggaran untuk program tersebut telah disiapkan. Saat ini pihaknya tinggal menunggu usulan resmi dari Bupati Bandung Barat dan Gubernur Jawa Barat.
“InsyaAllah kita akan bergerak cepat. Karena kalau tidak dilakukan, kejadian seperti ini bisa terulang lagi,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kawasan dengan kemiringan tinggi merupakan wilayah rawan bencana. Oleh karena itu, perubahan pola tanam dinilai penting untuk mengurangi risiko longsor sekaligus menjaga keberlanjutan ekonomi warga.
Secara teknis, tanaman perkebunan seperti kopi akan disisipkan di antara tanaman hortikultura agar penghasilan masyarakat tetap berjalan.
“Saran kami, di daerah kemiringan, hortikultura disisip dengan tanaman perkebunan dulu supaya pendapatan tetap ada. Setelah dua sampai tiga tahun kopi berhasil, hortikultura bisa dikurangi dan penghasilannya digantikan dari kopi,” jelasnya.
Kementan, kata Amran, juga siap membantu para petani yang memiliki lahan dan bersedia dialihkan menjadi kawasan hutan tanaman industri. Ia menyebut Presiden telah menginstruksikan pengembangan tanaman perkebunan hingga sekitar 870 ribu hektare di seluruh Indonesia, dengan prioritas pada daerah rawan bencana.
“Khusus wilayah rawan bencana akan kami prioritaskan,” pungkasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mengapresiasi langkah cepat Kementan dalam penanganan bencana.
“Kami Komisi IV mengapresiasi Kementerian Pertanian, mitra kami yang selalu cepat tanggap terhadap penanggulangan bencana. Bukan hanya di bidangnya, tapi Kementan juga fokus pada bantuan kemanusiaan,” ujar Rajiv. ***Anton






