BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Kota Bandung meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi seiring masuknya musim penghujan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung mulai memetakan sejumlah kawasan yang berpotensi mengalami banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.
Langkah tersebut bertujuan mengurangi risiko bencana sekaligus melindungi keselamatan masyarakat. BPBD juga meminta warga yang tinggal di kawasan rawan agar memahami tanda-tanda bencana dan menyiapkan langkah evakuasi sejak dini.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan wilayah Bandung memiliki sejumlah titik yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Didi, ancaman tanah longsor lebih banyak mengintai kawasan utara Kota Bandung. Wilayah tersebut membentang mulai dari Cidadap hingga Cibiru dan Ujungberung.
Sementara itu, potensi banjir tersebar di sejumlah kawasan tengah hingga utara Kota Bandung, baik di wilayah barat maupun timur.
Pemkot Bandung Percepat Pengerukan Drainase
Untuk mengantisipasi banjir saat hujan deras, Pemkot Bandung terus mendorong pemeliharaan drainase dan saluran air. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) juga melanjutkan pengerukan saluran guna mengurangi sedimentasi yang menghambat aliran air.
Didi berharap langkah tersebut dapat meningkatkan kapasitas saluran air sehingga mampu menampung debit hujan lebih optimal.
“Sekarang proses pengerukan terus berjalan dilakukan oleh DSDABM. Mudah-mudahan itu bisa mengurangi dampak dari banjir,” ujar Didi dalam keterangan tertulis, Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, mitigasi bencana selama musim hujan membutuhkan dua pendekatan utama. Pertama, pemerintah harus memastikan infrastruktur pengendali air berfungsi dengan baik.
Petugas perlu membersihkan saluran drainase secara berkala agar sampah dan sedimentasi tidak menghambat aliran air. Kedua, masyarakat harus meningkatkan kesiapsiagaan, terutama warga yang tinggal di sekitar sungai.
Warga perlu mengenali perubahan kondisi sungai, termasuk kenaikan debit air yang berpotensi memicu luapan. Selain itu, masyarakat harus menentukan lokasi evakuasi dan menyiapkan langkah pengamanan barang berharga ketika situasi darurat terjadi.
“Kenali ciri-ciri sungai ketika akan meluap. Kemudian, sudah punya rencana harus evakuasi ke mana dan bagaimana pengamanan asetnya,” jelasnya.
Dua Longsor Terjadi dalam Sepekan
Didi mengungkapkan, BPBD Kota Bandung telah mencatat dua kejadian tanah longsor dalam sepekan terakhir. Kedua kejadian tersebut berlangsung di kawasan Cikalintu dan Cidadap akibat longsoran tebing.
Selain longsor, hujan deras juga memicu genangan air di beberapa titik Kota Bandung. Kawasan Margacinta dan Kopo menjadi wilayah yang mengalami genangan.
Khusus di kawasan Kopo, petugas mencatat sekitar tiga titik genangan ketika hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Didi mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan karena musim penghujan baru memasuki tahap awal. Potensi hujan berintensitas tinggi dalam beberapa pekan mendatang dapat meningkatkan ancaman banjir dan tanah longsor.
BPBD Minta Warga Pahami Cara Evakuasi
BPBD Kota Bandung meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan pemerintah dalam menghadapi bencana. Setiap keluarga perlu mengenali potensi ancaman di lingkungan tempat tinggal dan menyiapkan langkah penyelamatan secara mandiri.
Didi menegaskan, setiap jenis bencana membutuhkan pola evakuasi yang berbeda. Karena itu, masyarakat harus memahami tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
“Kalau angin kencang, masyarakat harus berlindung di dalam rumah. Sementara kalau gempa, harus keluar rumah. Jadi, kenali jenis bencananya karena pola evakuasinya berbeda,” tuturnya.
Selain menyiapkan jalur evakuasi, warga juga perlu memperhatikan keselamatan saat berkendara di tengah hujan deras. BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak menerobos genangan air karena kedalaman dan kondisi jalan di bawah permukaan air sulit dipastikan.
Kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi di Kota Bandung selama musim penghujan.






