Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

emprov Jabar memperluas kerja sama dengan Korea Selatan. Investasi, perdagangan, pariwisata, dan pengembangan SDM menjadi fokus kolaborasi.

emprov Jabar memperluas kerja sama dengan Korea Selatan. Investasi, perdagangan, pariwisata, dan pengembangan SDM menjadi fokus kolaborasi.

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mulai memperluas hubungan kerja sama dengan Korea Selatan. Tidak hanya mengandalkan sektor olahraga, Jabar kini membidik peluang kolaborasi di bidang investasi, perdagangan, ekonomi, pariwisata, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Langkah tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dengan Wakil Gubernur Urusan Administrasi Gyeongsangbuk-do, Hwang Myeongseok, di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (4/11/2026).

Erwan mengatakan, hubungan antara Jawa Barat dan Gyeongsangbuk-do memiliki peluang besar untuk berkembang. Kedua wilayah perlu memanfaatkan hubungan persahabatan yang sudah terjalin untuk membangun kerja sama yang lebih produktif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kolaborasi antardaerah dapat membuka akses baru bagi Jawa Barat dalam memperluas jaringan internasional. Selain itu, kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Kunjungan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat diplomasi antara Jawa Barat dan Gyeongsangbuk-do. Kami berharap melalui pertemuan ini dapat mempererat hubungan persahabatan yang telah terjalin sehingga membawa banyak manfaat bagi masyarakat di kedua wilayah,” ujar Erwan.

Ia menegaskan, Pemprov Jabar ingin mengembangkan hubungan bilateral antardaerah melalui berbagai sektor strategis. Kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada pertukaran budaya, tetapi juga harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka peluang investasi.

Erwan Setiawan Terima Delegasi Gyeongsangbuk-do, Bahas Peluang Investasi

Perusahaan Korea Selatan Jadi Peluang Penguatan Investasi Jabar

Wakil Gubernur Gyeongsangbuk-do Hwang Myeongseok menyambut positif rencana perluasan kerja sama tersebut. Ia menjelaskan, hubungan antara kedua wilayah sudah berlangsung sejak 2010 melalui kolaborasi organisasi olahraga.

Selama ini, kedua daerah telah menjalankan sejumlah kegiatan pertukaran. Bahkan, aparatur Pemerintah Provinsi Jawa Barat pernah mengunjungi Gyeongsangbuk-do. Generasi muda Jabar juga mengikuti kegiatan perkemahan budaya di Korea Selatan.

Namun, Hwang menilai kedua wilayah perlu memperluas fokus kolaborasi. Ia mendorong kerja sama ekonomi dan kebudayaan agar hubungan yang sudah terbangun memberikan nilai tambah bagi kedua daerah.

“Selama ini pertukaran informasi mungkin lebih banyak mengutamakan bidang olahraga. Namun, mulai sekarang kerja sama juga bisa lebih difokuskan pada bidang ekonomi dan kebudayaan,” kata Hwang.

Ia juga melihat Jawa Barat memiliki posisi strategis dalam hubungan ekonomi Korea Selatan dan Indonesia. Sejumlah perusahaan besar asal Korea Selatan telah menjalankan kegiatan usaha di wilayah Jawa Barat.

Perusahaan tersebut antara lain Hyundai Motor, Samsung Electronics, dan Hankook Tire. Keberadaan perusahaan-perusahaan itu membuka peluang untuk memperkuat hubungan perdagangan, investasi, serta pertukaran pengetahuan industri.

Hwang menyebut Gyeongsangbuk-do juga memiliki pengalaman penting dalam pengembangan industri Korea Selatan. Wilayah tersebut mengembangkan industri baja di Pohang serta sektor elektronik dan semikonduktor.

Pengalaman tersebut berpotensi menjadi modal untuk membangun kolaborasi ekonomi dengan Jawa Barat.

Jabar dan Korea Selatan Jajaki Kolaborasi Pariwisata

Selain investasi dan perdagangan, kedua wilayah juga melihat peluang kerja sama dalam sektor pariwisata dan kebudayaan.

Hwang mendorong pertukaran pengalaman dalam mengembangkan budaya tradisional menjadi daya tarik wisata. Menurutnya, potensi budaya dapat memberikan nilai ekonomi apabila kedua daerah mengelolanya secara kreatif.

Kolaborasi tersebut juga dapat membuka peluang pengembangan industri budaya dan memperluas daya tarik wisata di masing-masing wilayah.

Pemprov Jabar dan Gyeongsangbuk-do turut memasukkan pengembangan sumber daya manusia serta olahraga dalam agenda kerja sama.

Melalui perluasan kemitraan ini, Jawa Barat berharap dapat meningkatkan peluang investasi, memperkuat perdagangan, memperluas pertukaran pengetahuan, dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.

Pemprov Jabar pun ingin menjadikan hubungan dengan Gyeongsangbuk-do sebagai kemitraan strategis yang tidak hanya mempererat persahabatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat kedua wilayah. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya
Kebocoran Gas Pabrik di Karawang Bikin 43 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit, Polisi Lakukan Investigasi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026

Berita Terbaru