TASIKMALAYA, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengalokasikan anggaran sekitar Rp273 miliar untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan jembatan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya selama 2025 hingga 2026.
Anggaran tersebut digunakan untuk merekonstruksi, melebarkan, dan memelihara sejumlah ruas jalan. Pemprov Jabar juga mengganti jembatan serta memperbaiki akses penghubung antardesa.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebutkan, pemerintah provinsi mengucurkan Rp167 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Tasikmalaya. Sementara itu, Pemprov Jabar mengalokasikan Rp106 miliar untuk penanganan jalan di Kota Tasikmalaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program tersebut menyasar puluhan titik infrastruktur yang selama ini mendukung aktivitas masyarakat, distribusi barang, hingga konektivitas antarwilayah.
Pemprov Jabar Prioritaskan Jalan Strategis di Kabupaten Tasikmalaya
Di Kabupaten Tasikmalaya, salah satu proyek dengan alokasi anggaran terbesar menyasar ruas Jalan SP 3 Pamoyanan–Suryalaya–Warudoyong.
Pemprov Jabar menganggarkan Rp52 miliar untuk melebarkan ruas jalan tersebut pada 2026. Pemerintah juga mengalokasikan Rp11 miliar untuk pelebaran Jalan Raya Singaparna.
Selain pelebaran, Pemprov Jabar merekonstruksi Jalan Karangnunggal–Cipatujah dengan anggaran Rp14 miliar.
Pada 2025, pemerintah provinsi juga merekonstruksi jalan penghubung batas Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya (Sukaraja)–Karangnunggal. Proyek tersebut menyerap anggaran Rp34 miliar.
Dedi Mulyadi menjelaskan, Pemprov Jabar turut meningkatkan kualitas jembatan melalui penggantian Jembatan Citoe di ruas Jalan Karangnunggal–Cipatujah. Pemerintah mengalokasikan Rp16 miliar untuk pekerjaan tersebut.
“Adapun, penyediaan jembatan yang nyaman dilakukan dengan penggantian Jembatan Citoe ruas Jalan Karangnunggal–Cipatujah. Total dana yang dikeluarkan untuk kegiatan tersebut sebesar Rp16 miliar,” kata Dedi Mulyadi, Senin (2/11/2026).
Pemprov Jabar juga mengucurkan Rp13 miliar untuk menangani akses jalan menuju pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan Desa Kersagalih, Kecamatan Jatiwaras, dengan Desa Singajaya, Kecamatan Cibalong.
Hingga Oktober 2026, total panjang penanganan infrastruktur jalan di Kabupaten Tasikmalaya mencapai 11,826 kilometer. Pekerjaan tersebut mencakup rekonstruksi, pemeliharaan berkala, dan pelebaran jalan.
Selain itu, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan dua jembatan hingga 100 persen.
Kota Tasikmalaya Terima Anggaran Rp106 Miliar
Pemprov Jabar juga mengalokasikan anggaran besar untuk meningkatkan kondisi jalan di Kota Tasikmalaya.
Pada 2026, pemerintah menggelar pemeliharaan berkala di ruas Jalan Prof. Dr. Mochtar Kusuma Atmaja–Jalan Jaksa Agung R. Suprapto. Pekerjaan tersebut menelan anggaran Rp12 miliar.
Sebelumnya, pada 2025, Pemprov Jabar mengalokasikan Rp36 miliar untuk memelihara ruas jalan penghubung batas Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya (Cikunir)–Tasikmalaya.
Pemerintah juga menangani ruas Jalan Cisumur Garuda atau Letjen Mashudi dengan anggaran Rp20 miliar.
Sementara itu, proyek rekonstruksi Jalan Brigjen Wasitakusumah menyerap anggaran Rp17 miliar.
Secara keseluruhan, Pemprov Jabar mencatat panjang penanganan infrastruktur jalan di Kota Tasikmalaya mencapai 0,595 kilometer hingga Oktober 2026. Angka tersebut merupakan bagian dari target penanganan sepanjang 2,151 kilometer.
Melalui berbagai proyek tersebut, Pemprov Jabar berupaya meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan sekaligus memperkuat konektivitas wilayah di kawasan Priangan Timur.
Peningkatan kualitas jalan dan jembatan diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. ***(Chq)






