TANGGAMUS, KABAR PAJAJARAN – Tiga gempa bumi mengguncang Kabupaten Tanggamus, Lampung, pada Selasa (6/10/2026) malam. BMKG mencatat seluruh gempa memiliki magnitudo kecil dan terjadi dalam waktu berdekatan.
BMKG Lampung mencatat gempa pertama terjadi pada pukul 20.00.24 WIB. Gempa tersebut memiliki magnitudo 2,4 dengan kedalaman 7 kilometer.
Episenter gempa berada sekitar 19 kilometer barat laut Kabupaten Tanggamus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dua Gempa Susulan Terjadi dalam Waktu Berdekatan
Sekitar 29 menit kemudian, gempa kedua mengguncang wilayah Tanggamus pada pukul 20.29.21 WIB.
BMKG mencatat gempa kedua memiliki magnitudo 2,3 dengan kedalaman 11 kilometer. Episenternya berada sekitar 16 kilometer barat laut Tanggamus.
Gempa ketiga kemudian terjadi pada pukul 20.41.09 WIB. Gempa tersebut memiliki magnitudo 2,4 dengan kedalaman hanya 3 kilometer.
BMKG mencatat episenter gempa ketiga berada sekitar 12 kilometer barat laut Tanggamus.
Dengan demikian, tiga gempa tersebut terjadi dalam rentang waktu sekitar 41 menit. Jarak antara gempa pertama dan kedua mencapai sekitar 29 menit, sedangkan gempa kedua dan ketiga hanya berjarak sekitar 12 menit.
BMKG Pantau Aktivitas Gempa Tanggamus
Forecaster on Duty BMKG Lampung, Ramadhan Nurpambudi, mengatakan pihaknya masih memantau aktivitas kegempaan di wilayah Tanggamus.
BMKG menggunakan rekaman aktivitas seismik untuk menganalisis perkembangan rangkaian gempa tersebut.
Ramadhan meminta masyarakat tidak panik menghadapi gempa yang terjadi secara beruntun. Namun, ia mengingatkan warga agar tetap meningkatkan kewaspadaan.
“Untuk saat ini masyarakat tidak perlu panik. Kami tetap melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan yang terjadi di wilayah Tanggamus,” kata Ramadhan, Rabu (7/10/2026).
Belum Ada Laporan Kerusakan
BMKG juga belum menerima laporan mengenai kerusakan bangunan akibat tiga gempa tersebut hingga Rabu pagi.
Ramadhan menyebut kondisi wilayah Tanggamus masih aman berdasarkan informasi yang diterima BMKG.
“Sejauh ini belum ada laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Kondisi di wilayah Tanggamus juga masih terpantau aman,” ujarnya.
Warga Diminta Tidak Sebarkan Informasi Hoaks
Ramadhan meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi mengenai gempa yang belum terverifikasi. Menurutnya, informasi yang tidak jelas dapat memicu kepanikan di tengah masyarakat.
“Masyarakat diimbau tetap tenang, tetapi tetap waspada. Apabila kembali merasakan gempa, jangan panik dan tetap memperhatikan kondisi di sekitar,” kata dia.
Ia juga meminta warga mengandalkan kanal resmi BMKG untuk memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas gempa.
“Informasi mengenai aktivitas gempa akan terus kami sampaikan melalui kanal resmi BMKG. Masyarakat sebaiknya mengikuti informasi dari sumber resmi dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi,” tuturnya.
Parameter Gempa Bisa Berubah
BMKG menjelaskan bahwa data gempa yang diterima secara realtime dapat berubah setelah petugas menyelesaikan analisis seluruh rekaman seismik.
Karena itu, BMKG masih dapat memperbarui sejumlah parameter gempa, termasuk magnitudo, kedalaman, dan lokasi episenter.
Hingga Rabu (7/10/2026) pagi, belum ada laporan mengenai korban maupun kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa di Tanggamus.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti perkembangan informasi melalui kanal resmi. ***(Ant)






