Tragedi Bocah 5 Tahun Tersengat Listrik, Sang Ayah Ungkap Kronologi Sebenarnya

Kamis, 8 Januari 2026 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampu penerangan jalan gang (PJG) merenggut nyawa seorang anak di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, kota Cimahi. Foto: Warta Pajajaran

Lampu penerangan jalan gang (PJG) merenggut nyawa seorang anak di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, kota Cimahi. Foto: Warta Pajajaran

Kota Cimahi, Kabar Pajajaran – Deni (40) ayah dari MPS (5) masih berduka karena meninggalnya MPS diduga akibat tersengat listrik dari tiang lampu penerangan jalan gang (PJG) pada 21 Desember 2025 lalu.

Trauma tersebut masih belum bisa mereda ketika mengingat narasi warganet yang menyebut jika korban tersengat listrik akibat memanjat salah satu tiang listrik PJG di Kelurahan Cibeureum, Cimahi Selatan.

Narasi tersebut justru sangat bertolak belakang dengan Deni yang mengungkapkan bahwa peristiwa mengenaskan itu terjadi saat anaknya menepi di gapura gang untuk membetulkan sandalnya yang terlepas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca juga: Laporan Akhir Tahun Polres Cimahi: Kasus Kejahatan Naik 10,57 Persen Sepanjang 2025

Menurut Deni, anaknya membetulkan sandal yang terlepas kemudian dengan tidak sengaja memegang tiang PJG untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. Hal ini terjadi dalam kondisi sedang hujan.

Nahas, korban yang saat itu dalam perjalanan pulang dari rumah saudaranya justru berujung meninggal dunia diduga tersengat aliran listrik dari tiang PJG yang ia jadikan tumpuan.

“Waktu itu anak saya kehujanan dan bajunya basah, saat bermaksud membetulkan sandalnya karena terputus, lalu memegang tiang PJG. Saat itulah tersengat aliran listrik,” jelas Deni kepada Limawaktu.com, Rabu (7/1/2026).

Meskipun Deni dan istrinya mengaku telah ikhlas atas kepergian anaknya, mereka berharap agar kronologi insiden maut yang menimpa anaknya itu dapat diluruskan, tidak seperti yang beredar selama ini.

Selain itu, dia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui dinas terkait agar tidak lalai atas proyek pemasangan PJG yang masih berlangsung demi mencegah hal-hal serupa terjadi lagi.

“Saya meminta dinas terkait khususnya (Dinas Perhubungan) untuk dapat melakukan pengawasan di lapangan dengan baik guna menghindari korban lainnya di Kota Cimahi,” ujarnya.

Baca juga: Waspada Influenza A H3N2 Subclade K

Di tengah trauma yang menghantuinya, Deni dan pasangannya terus berterima kasih kepada Wali Kota Cimahi Ngatiyana, yang telah bertakjiah ke rumah mereka.

Deni menyatakan bahwa dalam kunjungannya bersama dinas terkait, Wali Kota juga menyerahkan santunan yang ia terima secara langsung.

Sementara itu, Iwan Ridwan selaku Kabid Angkutan dan PJU pada Dishub Kota Cimahi mengaku mengetahui insiden tersebut, bahkan pihaknya telah memberikan santunan kepada keluarga korban.

“Saya sudah menyerahkan bantuan yang berasal dari pengusaha (pelaksana proyek PJG) sebesar Rp10 juta kepada orang tua korban, ditambah Rp30 juta dana asuransi,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Iwan menyatakan pihaknya tidak memberikan sanksi apapun kepada pelaksana proyek pemasangan PJG.

“Sanksi sih tidak ada, tapi kami memberikan santunan kepada keluarga korban. Saat ini PJG tersebut masih dalam masa pemeliharaan oleh pihak pengusaha belum diserahterimakan,” ucapnya.***(Nalika)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Panglima TNI Ungkap Alasan Kerahkan 20.980 Personel ke Jakarta, Ini Penjelasannya
Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya
Mobil Tabrak Pohon dan Kursi Taman di Jalan Banceuy Bandung, Tiga Orang Luka
Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor
Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi
Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi
Sekda Herman Dorong Pemuda Sunda Perkuat Pendidikan dan Ekonomi Jawa Barat
Kapolda Jabar Ungkap Kapasitas Fantastis Pabrik Obat Keras Ilegal di Bandung

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:59 WIB

Panglima TNI Ungkap Alasan Kerahkan 20.980 Personel ke Jakarta, Ini Penjelasannya

Kamis, 5 November 2026 - 12:00 WIB

Dedi Mulyadi Ingatkan Warga Jabar Hindari Judol dan Pinjol, Ini Alasannya

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Musim Hujan Tiba, BPBD Bandung Petakan Wilayah Rawan Banjir dan Longsor

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:14 WIB

Kapolresta Bandung Buka Nomor HP Pribadi untuk Aduan Warga, Anggota Nakal Terancam Sanksi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Erwan Setiawan Ajak Generasi Muda Jabar Jaga Budaya Sunda di Era Teknologi

Berita Terbaru