KABAR PAJAJARAN – Apple resmi memperkenalkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max sebagai lini teratas generasi terbaru. Perusahaan membanderol iPhone 18 Pro mulai US$1.199 atau sekitar Rp21 juta di Amerika Serikat.
Apple belum mengumumkan harga resmi iPhone 18 Pro untuk pasar Indonesia. Meski begitu, sejumlah peningkatan yang dibawa perangkat tersebut sudah menjadi perhatian, terutama pada kamera, prosesor, dan daya tahan baterai.
Apple masih mempertahankan desain yang diperkenalkan pada lini iPhone 17 Pro. Namun, perusahaan memberikan sejumlah pembaruan pada komponen utama perangkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu peningkatan terbesar hadir pada sistem kamera Fusion 48MP. Kamera tersebut kini menggunakan teknologi variable aperture atau bukaan lensa yang dapat berubah.
Teknologi itu memungkinkan kamera mengatur jumlah cahaya yang masuk ke sensor secara lebih fleksibel. Pengguna juga dapat memanfaatkannya untuk menghasilkan foto dengan efek blur atau bokeh yang lebih sesuai kebutuhan.
iPhone 18 Pro Cocok untuk Pengguna Seperti Apa?
iPhone 18 Pro menyasar pengguna yang membutuhkan performa tinggi dan fitur kamera lebih lengkap. Fotografer, kreator konten, gamer, hingga pengguna yang sering menjalankan aplikasi berat dapat memanfaatkan kemampuan perangkat tersebut.
Meski begitu, pengguna kasual juga tetap dapat mengoperasikan iPhone 18 Pro tanpa harus memahami seluruh fitur teknisnya.
Apple membekali perangkat tersebut dengan Siri generasi terbaru yang terintegrasi dengan kemampuan kecerdasan buatan. Sistem ini dapat membantu pengguna menyusun email, mengelola foto, hingga menjawab berbagai pertanyaan.
Siri juga dapat memahami konteks yang tampil pada layar. Misalnya, ketika pengguna membicarakan jadwal pertemuan melalui percakapan, Siri dapat membantu memasukkan informasi tersebut ke kalender berdasarkan perintah pengguna.
Kemampuan tersebut membuat sejumlah fungsi iPhone tetap mudah digunakan meski pengguna tidak memahami pengaturan teknologi secara mendalam.
Dibekali Chip A20 Pro
Apple menggunakan chip A20 Pro sebagai otak iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. Chip tersebut membawa dual 16-core Neural Engine untuk mendukung berbagai fungsi kecerdasan buatan dan pemrosesan perangkat.
Apple juga menekankan aspek privasi dalam pemrosesan AI. Perusahaan menyebut sistem dapat memproses data secara aman dan menjaga informasi pengguna ketika perangkat membutuhkan pemrosesan berbasis cloud.
Performa tersebut juga mendukung aktivitas berat seperti bermain game. Apple memasang sistem pendingin yang membantu menjaga suhu perangkat ketika prosesor bekerja dalam waktu lama.
Layar iPhone 18 Pro berukuran 6,3 inci, sedangkan iPhone 18 Pro Max menggunakan layar 6,9 inci. Keduanya menawarkan refresh rate hingga 120Hz untuk memberikan tampilan yang lebih responsif.
Kamera 48MP dengan Variable Aperture
Kamera menjadi salah satu sektor yang mendapatkan pembaruan signifikan.
Apple menghadirkan kamera Fusion 48MP dengan sistem variable aperture. Mekanisme ini memungkinkan bukaan kamera menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk ke sensor.
Pada kondisi minim cahaya, sistem tersebut dapat membantu kamera menangkap cahaya lebih banyak. Pengaturan aperture juga dapat membantu pengguna menghasilkan karakter blur yang berbeda ketika mengambil foto portrait.
Pengguna awam tidak perlu melakukan banyak pengaturan. Sistem kamera dapat mengoptimalkan sejumlah parameter secara otomatis.
Sementara itu, fotografer atau kreator konten yang ingin mengatur hasil foto secara lebih detail dapat memanfaatkan pengaturan manual yang tersedia.
Baterai Lebih Tahan Lama
Apple juga meningkatkan daya tahan baterai pada generasi terbaru tersebut.
iPhone 18 Pro diklaim mampu memutar video hingga 34 jam. Sementara itu, iPhone 18 Pro Max menawarkan waktu pemutaran video hingga 43 jam.
Kedua perangkat mendukung pengisian daya cepat dan wireless charging. Fitur tersebut memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang membutuhkan pengisian baterai dalam waktu singkat.
Pilih iPhone 18 Pro, Tunggu iPhone 18, atau iPhone Duo?
Apple belum mengumumkan iPhone 18 versi standar dalam peluncuran tersebut. Perusahaan biasanya menghadirkan model standar bersama lini Pro, sehingga konsumen masih perlu menunggu informasi berikutnya mengenai perangkat tersebut.
Pengguna yang membutuhkan kamera lebih lengkap, performa tinggi, dan fitur premium dapat mempertimbangkan iPhone 18 Pro.
Sebaliknya, konsumen yang tidak membutuhkan kemampuan kamera Pro dapat menunggu kehadiran iPhone 18 standar. Model tersebut berpotensi menawarkan harga yang lebih rendah dengan kemampuan yang lebih sederhana.
Pilihan lain datang dari iPhone Duo, perangkat lipat terbaru Apple yang dibanderol US$1.999 atau sekitar Rp35,5 juta di pasar Amerika Serikat.
Apple menjadwalkan ketersediaan iPhone Duo pada 23 Oktober. Perangkat tersebut menawarkan layar lebih besar dengan konsep ponsel lipat.
Namun, iPhone Duo tidak membawa sistem kamera baru seperti iPhone 18 Pro. Perangkat ini juga tidak menggunakan Face ID.
Dengan berbagai pilihan tersebut, konsumen dapat menyesuaikan perangkat berdasarkan kebutuhan, mulai dari kamera, performa, daya tahan baterai, hingga desain. ***(Ant)






