Sekda Jabar Dorong UMKM Naik Kelas, Dimulai dari Mengubah Pola Pikir

Kamis, 3 September 2026 - 08:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekda Jawa Barat bersama pelaku UMKM dalam kegiatan pendampingan sertifikasi halal di Kota Bandung. (Foto: Humas Jabar)

Sekda Jawa Barat bersama pelaku UMKM dalam kegiatan pendampingan sertifikasi halal di Kota Bandung. (Foto: Humas Jabar)

KOTA BANDUNG, Kabar Pajajaran – Sekretaris Daerah Jawa Barat mendorong pelaku UMKM untuk terus mengembangkan usahanya. Menurutnya, pelaku UMKM harus berani mengambil langkah untuk meningkatkan kelas bisnisnya.

Sekda menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan pendampingan sertifikasi halal bagi 1.000 pelaku UMKM. Kegiatan itu berlangsung di Blessing Room Convention Center D’Botanica Hotel, Bandung, Rabu (2/9/2026).

Acara tersebut juga menghadirkan Executive Seminar bertajuk “AKU KAMU KITA Bergerak Bersama”. Seminar itu mengangkat tema pembangunan bisnis UMKM Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekda menilai keberhasilan UMKM tidak hanya bergantung pada modal. Strategi bisnis juga penting, tetapi pola pikir turut menentukan perkembangan usaha.

Karena itu, ia meminta pelaku UMKM membangun keyakinan sebelum menjalankan strategi bisnis. Menurutnya, tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk berhenti berkembang.

“Semua UMKM yang hadir harus naik kelas,” ujar Sekda. Ia menegaskan, proses tersebut harus dimulai dari perubahan pola pikir.

Rasa Takut Jadi Hambatan Pelaku UMKM

Sekda menilai rasa takut sering menghambat pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis. Ketakutan itu muncul sebelum pelaku usaha benar-benar mencoba peluang yang tersedia.

Pelaku usaha sering takut produknya tidak laku atau mengalami kerugian. Selain itu, mereka juga khawatir menghadapi penolakan dari calon konsumen.

Menurut Sekda, pola pikir tersebut justru dapat menghambat keberanian mengambil keputusan. Karena itu, pelaku UMKM perlu membangun pikiran positif dan visi bisnis yang jelas.

Ia kemudian mengingatkan pentingnya konsistensi dalam menjalankan usaha. Sekda menggunakan peribahasa Sunda sebagai gambaran mengenai pentingnya ketekunan.

Peribahasa tersebut berbunyi, “cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok.” Maknanya, usaha yang dilakukan terus-menerus akhirnya mampu menghasilkan perubahan.

Sekda juga mengutip ungkapan Sunda lainnya, “mun keyeng tangtu pareng.” Ungkapan itu menggambarkan pentingnya ketekunan dalam mencapai tujuan.

Menurutnya, pelaku UMKM harus terus mencoba ketika menghadapi kesulitan. Mereka juga perlu melakukan evaluasi sebelum kembali mengambil langkah berikutnya.

Sekda menilai keberhasilan membutuhkan proses yang panjang dan konsisten. Karena itu, pelaku UMKM tidak boleh mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.

Konsistensi dan Lingkungan Positif Dukung Perkembangan Usaha

Sekda turut mengingatkan pentingnya pengulangan dalam membangun keunggulan. Ia menyebut kemampuan berkembang membutuhkan proses yang dilakukan secara terus-menerus.

“Tidak ada yang unggul, yang ada adalah pengulangan,” katanya. Menurutnya, konsistensi dapat membantu pelaku usaha memperkuat kemampuan dalam menjalankan bisnis.

Selain konsistensi, pelaku UMKM perlu membangun lingkungan pergaulan yang mendukung. Lingkungan tersebut harus memberikan dorongan positif bagi perkembangan usaha.

Sekda mengajak pelaku usaha saling menguatkan dalam menghadapi tantangan bisnis. Sebaliknya, mereka perlu menghindari kebiasaan menanamkan ketakutan dan keraguan.

Sementara itu, kegiatan pendampingan sertifikasi halal menyasar 1.000 pelaku UMKM mikro dan kecil. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing usaha.

Forum Komunikasi Tionghoa Merah Putih (FOKTI) menginisiasi kegiatan tersebut. FOKTI kemudian berkolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Pendampingan sertifikasi halal memberikan dukungan bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Selain itu, kegiatan tersebut membuka ruang peningkatan kapasitas dan daya saing.

Dengan demikian, pengembangan UMKM membutuhkan lebih dari sekadar tambahan modal. Keberanian, pola pikir positif, konsistensi, dan lingkungan yang mendukung juga menjadi faktor penting.

Upaya tersebut diharapkan mendorong semakin banyak UMKM Jawa Barat berkembang dan naik kelas.***(BePe)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru