752 Siswa dan 25 Guru SMAN 1 Lasem Diare Usai Santap MBG, SPPG Minta Maaf

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi MBG. (Doc. Biro Hukum dan Humas BGN)

Ilustrasi MBG. (Doc. Biro Hukum dan Humas BGN)

REMBANG – Sebanyak 752 siswa dan 25 guru SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, mengalami diare setelah menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keluhan tersebut muncul sehari setelah pihak sekolah menerima paket MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Soditan Lasem pada Rabu (2/9/2026).

SPPG Soditan Lasem langsung menyampaikan permintaan maaf kepada siswa, guru, orangtua, dan pihak sekolah. Pengelola SPPG juga menyatakan kesiapannya menangani seluruh korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala SPPG Soditan Lasem Achmad Sholeh Syarifudin mengatakan pihaknya akan menanggung biaya pengobatan siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan.

“Kami meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak sekolah, orangtua, dan para siswa,” kata Achmad, Kamis (3/9/2026).

Menurut Achmad, SPPG tidak ingin persoalan biaya menghambat korban untuk mendapatkan pelayanan medis. Karena itu, pihaknya memastikan seluruh kebutuhan pengobatan korban menjadi tanggung jawab SPPG.

“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan penanganan medis berjalan optimal tanpa membebankan biaya sepeser pun kepada korban,” ujarnya.

SPPG Evaluasi Prosedur MBG

Selain menangani korban, SPPG Soditan Lasem akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses penyediaan makanan.

Achmad mengatakan pihaknya akan memeriksa kembali seluruh prosedur operasional yang selama ini mereka jalankan. Evaluasi tersebut mencakup proses pengolahan hingga distribusi makanan kepada penerima MBG.

“Ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi total. Kami akan memperbaiki seluruh prosedur standar operasional agar kelalaian serupa tidak pernah terulang kembali di masa depan,” katanya.

Pihak SPPG juga berkomitmen terus memantau kondisi siswa dan guru yang terdampak sampai mereka pulih.

Keluhan Muncul Sehari Setelah MBG Dibagikan

Kasus diare massal mulai diketahui pada Kamis (3/9/2026) pagi. Saat kegiatan belajar berlangsung, sejumlah siswa melaporkan mengalami gangguan pencernaan.

Sehari sebelumnya, sekolah membagikan paket MBG dari SPPG Soditan sekitar pukul 11.45 WIB.

Para siswa dan guru kemudian menyantap makanan tersebut ketika jam istirahat sekitar pukul 12.00 WIB.

Paket makanan itu berisi nasi, ayam bakar grill, tempe, lalapan, sambal teri goreng, serta potongan semangka.

Sejumlah siswa sempat mengeluhkan rasa semangka yang mereka nilai asam. Buah tersebut juga dikemas menggunakan plastik.

Keesokan paginya, keluhan kesehatan mulai muncul dalam jumlah besar.

Kepala SMAN 1 Lasem Juhartutik mengatakan laporan dari siswa berdatangan hampir bersamaan ketika mereka mengikuti kegiatan belajar.

“Tadi pagi anak-anak masuk, ada yang bilang, ‘Pak, saya diare’,” kata Juhartutik.

Setelah guru melakukan pendataan di setiap kelas, jumlah siswa dan guru yang mengeluhkan diare meningkat tajam.

Toilet Sekolah Overload

Lonjakan jumlah siswa yang mengalami diare membuat fasilitas toilet sekolah kewalahan. Kondisi tersebut bahkan membuat pihak sekolah harus membuka akses kamar mandi kepala sekolah untuk digunakan para siswa.

“Karena toilet sekolah sampai overload, saya persilakan anak-anak masuk ke kamar mandi saya. Karena kondisinya sudah seperti itu, anak-anak langsung kita pulangkan,” ujar Juhartutik.

Sekolah kemudian mengambil keputusan untuk memulangkan seluruh siswa lebih awal.

SMAN 1 Lasem tercatat memiliki lebih dari 1.100 siswa. Sekolah memulangkan seluruh 1.174 siswa setelah jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan mencapai sekitar 61 persen.

Sementara itu, sejumlah korban membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Empat siswa dan seorang guru dibawa ke Puskesmas Lasem karena mengalami muntah secara terus-menerus.

Pihak terkait kini masih menangani para korban sekaligus mengevaluasi dugaan penyebab munculnya gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG tersebut. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan
BREAKING NEWS : Prabowo Ambil Keputusan Tegas! Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:44 WIB

BMKG Ungkap Penyebab Hujan Es dan Angin Kencang yang Rusak Puluhan Rumah di Kuningan

Rabu, 4 November 2026 - 09:06 WIB

Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat

Selasa, 3 November 2026 - 11:00 WIB

Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026

Selasa, 3 November 2026 - 10:18 WIB

Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya

Berita Terbaru