12 Karhutla Hanguskan 10,85 Hektare Lahan di Majalengka, Warga Diminta Waspada

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BPBD Majalengka Catat Karhutla Capai 10,85 Hektare dalam Sepekan, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Selama Musim Kemarau. (Dok Istimewa)

BPBD Majalengka Catat Karhutla Capai 10,85 Hektare dalam Sepekan, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Selama Musim Kemarau. (Dok Istimewa)

MAJALENGKA, KABAR PAJAJARAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka mencatat 12 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 12-21 Juli 2026.

Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas 10,85 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan. Kondisi musim kemarau yang kering dan hembusan angin kencang membuat api lebih cepat menyebar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, mengatakan petugas menghadapi potensi peningkatan karhutla selama musim kemarau.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari data rekapitulasi penanganan bencana, akumulasi luas lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan sudah mencapai 10,85 hektare,” kata Agus, Kamis (23/7/2026).

Kebakaran Tersebar di Sejumlah Kecamatan

BPBD mencatat beberapa wilayah mengalami kebakaran dengan luasan cukup besar. Kecamatan Cigasong menjadi salah satu wilayah dengan kejadian terbanyak.

Di Desa Baribis, petugas menangani tiga kejadian kebakaran dengan total luas lahan terdampak sekitar 4,02 hektare. Sementara itu, kebakaran di Desa Kawunghilir menghanguskan lahan seluas sekitar 1 hektare.

Kecamatan Kasokandel juga menghadapi sejumlah kejadian karhutla. Kebakaran di Desa Wanajaya membakar lahan sekitar 2 hektare. Selain itu, tiga kejadian di Desa Girimukti menghanguskan lahan dengan total luas sekitar 0,22 hektare.

Selanjutnya, kebakaran di Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten, menghanguskan lahan seluas sekitar 2 hektare.

Di Kecamatan Majalengka, api membakar lahan di Kelurahan Majalengka Wetan dengan luas sekitar 1,5 hektare. Kebakaran lainnya terjadi di Desa Babakanjawa dengan luas sekitar 0,06 hektare.

Sementara itu, Kecamatan Sindang mencatat kebakaran di Desa Gunungkuning yang membakar lahan sekitar 0,05 hektare.

Petugas Gabungan Bergerak Padamkan Api

Agus menjelaskan, kondisi lahan yang kering membuat api mudah menjalar, terutama di kawasan semak belukar, perkebunan, dan lahan kritis di wilayah perbukitan.

Karena itu, BPBD mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama petugas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa, serta relawan untuk menangani setiap laporan kebakaran.

“Tim Reaksi Cepat BPBD bersama unsur Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa, dan relawan terus bergerak cepat melakukan pemadaman serta asesmen di lokasi agar api tidak meluas ke kawasan permukiman,” ujarnya.

Petugas juga melakukan pendinginan setelah memadamkan api. Langkah tersebut bertujuan memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran.

BPBD Ingatkan Warga Tidak Bakar Lahan

Menghadapi musim kemarau yang masih berlangsung, BPBD Majalengka meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

BPBD mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga perlu menghindari pembakaran sampah atau jerami di sekitar area yang memiliki banyak vegetasi kering.

Selain itu, warga harus memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum membuangnya. Pemilik lahan perkebunan juga dapat membuat sekat bakar untuk menghambat pergerakan api apabila terjadi kebakaran.

BPBD meminta masyarakat segera melaporkan kemunculan titik api atau kepulan asap kepada pemerintah desa, pemerintah kecamatan, petugas Pemadam Kebakaran, maupun BPBD.

Masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Kabupaten Majalengka di nomor (0233) 283044 atau layanan kedaruratan 112.

Personel Siaga 24 Jam

Agus memastikan personel BPBD tetap bersiaga selama 24 jam untuk memantau potensi titik panas atau hotspot di wilayah Majalengka.

Petugas juga menyiapkan respons cepat terhadap setiap laporan kebakaran yang masuk. Langkah ini menjadi bagian dari upaya BPBD melindungi masyarakat sekaligus mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas selama musim kemarau.

Dengan kondisi cuaca yang masih kering, BPBD kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Kewaspadaan dan tindakan cepat masyarakat menjadi kunci untuk mencegah karhutla meluas

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Strict Account Settings WhatsApp: Cara Aktifkan dan Fitur Keamanannya
WALHI Soroti Dampak Lingkungan Data Center AI di Jatiluhur
Harga Solar Naik, Mengapa Pemilik Mobil Diesel Belum Mau Beralih?
Nawala Marching Band Genap 30 Tahun, Perkuat Komitmen Regenerasi dan Prestasi
Harvest Moon Terangi Langit Bandung, BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Bulan Purnama
Kemenimipas Periksa Lapas Cibinong, Temukan Perbedaan dengan Temuan Ombudsman
SKCK Bisa Dicetak Sendiri Mulai 2027, Polri Siapkan Sistem Barcode
Winamp Comeback 2027, Siap Gabungkan MP3 dan Streaming Musik dalam Satu Aplikasi

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Strict Account Settings WhatsApp: Cara Aktifkan dan Fitur Keamanannya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:00 WIB

WALHI Soroti Dampak Lingkungan Data Center AI di Jatiluhur

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Harga Solar Naik, Mengapa Pemilik Mobil Diesel Belum Mau Beralih?

Senin, 28 September 2026 - 19:43 WIB

Nawala Marching Band Genap 30 Tahun, Perkuat Komitmen Regenerasi dan Prestasi

Minggu, 27 September 2026 - 14:00 WIB

Harvest Moon Terangi Langit Bandung, BMKG Ungkap Waktu Terbaik Melihat Bulan Purnama

Berita Terbaru