Persib Evaluasi Internal Usai Kena Sanksi FIFA, Umuh Muchtar Soroti Kelalaian Manajemen

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Manajer PERSIB Umuh Muchtar (Dok Persib)

Manajer PERSIB Umuh Muchtar (Dok Persib)

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Sanksi FIFA berupa larangan mendaftarkan pemain baru yang menimpa Persib Bandung memicu evaluasi internal di tubuh manajemen klub. Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, menilai ada kelalaian dari pihak internal yang membuat sengketa kontrak dengan mantan pemain Daisuke Sato berlarut-larut hingga berujung pada FIFA Registration Ban.

Umuh menegaskan masalah tersebut tidak berkaitan dengan kondisi keuangan klub maupun tunggakan gaji pemain. Menurutnya, sengketa itu sudah berlangsung sejak 2023 dan berasal dari persoalan kontrak yang belum terselesaikan.

Umuh Sebut Glenn Sugita Tidak Mengetahui Perkembangan Kasus

Umuh mengungkapkan bahwa Direktur Utama PT PBB, Glenn Sugita, tidak menerima laporan secara utuh mengenai perkembangan kasus tersebut. Akibatnya, Glenn baru mengetahui persoalan itu setelah FIFA menjatuhkan sanksi kepada Persib.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Umuh, kurangnya komunikasi dan pelaporan dari pihak terkait membuat manajemen kesulitan memantau proses penyelesaian sengketa yang berjalan selama beberapa tahun terakhir.

“Pak Glenn tidak mengetahui persoalan ini karena tidak ada laporan yang masuk secara lengkap. Beliau juga kaget ketika sanksi FIFA muncul,” ujar Umuh, Rabu (3/6/2026).

Kelalaian Internal Jadi Sorotan

Selain menyoroti minimnya pelaporan, Umuh juga mengakui adanya faktor kelalaian dari internal manajemen. Ia menilai pihak yang menangani persoalan tersebut seharusnya memberikan informasi secara berkala kepada pimpinan klub.

Menurutnya, setiap perkembangan yang berpotensi menimbulkan dampak besar bagi klub wajib diketahui jajaran direksi agar langkah penyelesaian dapat dilakukan lebih cepat.

Umuh menegaskan bahwa kesalahan tersebut bukan berasal dari Glenn Sugita, melainkan dari pihak internal yang tidak menjalankan tanggung jawabnya dengan baik.

Sengketa Daisuke Sato Berawal dari Pemutusan Kontrak

Kasus yang menyeret Persib ke hadapan FIFA berawal dari pemutusan kontrak Daisuke Sato pada musim 2023/2024. Persoalan itu kemudian berkembang menjadi sengketa hukum olahraga internasional dan berlanjut ke Court of Arbitration for Sport (CAS).

Dalam prosesnya, Persib mengajukan banding karena menilai terdapat perbedaan perhitungan kompensasi yang harus dibayarkan kepada Sato setelah pemain asal Filipina tersebut bergabung dengan klub lain.

CAS akhirnya mengeluarkan putusan yang mengurangi kewajiban pembayaran Persib. Nilai kompensasi yang semula mencapai sekitar Rp3 miliar turun menjadi sekitar Rp2,7 miliar.

Persib Berupaya Cabut Sanksi Secepatnya

Saat ini manajemen Persib terus mengupayakan penyelesaian administrasi dan kewajiban yang berkaitan dengan putusan tersebut. Klub berharap FIFA segera mencabut sanksi agar proses perekrutan pemain baru tidak terganggu.

Persib membutuhkan tambahan amunisi untuk menghadapi padatnya agenda kompetisi musim 2026/2027. Selain tampil di Super League, Maung Bandung juga akan bersaing di AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan Piala Presiden.

Umuh optimistis persoalan tersebut dapat segera diselesaikan. Ia berharap Persib bisa kembali leluasa mendatangkan pemain baru untuk memperkuat skuad menghadapi berbagai kompetisi musim depan.

“Kami sedang mengupayakan penyelesaiannya. Mudah-mudahan semuanya segera selesai karena tim juga membutuhkan tambahan pemain baru,” kata Umuh. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

KDM Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib, Bonus Juara dari Hasil Penjualan Sapi Pribadi
Forum Cabor Mengadu ke DPRD, Anggaran Porprov Jadi Sorotan
Marc Klok dan Eliano Reijnders Dicoret Timnas Indonesia, Persib Justru Dapat Kabar Positif Jelang Musim Baru
Persib Kena Sanksi FIFA, Manajemen Ungkap Penyebab dan Pastikan Tim Tetap Fokus
Bojan Hodak Tinggalkan Kursi Pelatih Persib, Kini Jabat Penasihat Teknis
Wagub Jabar Berharap Persib Bisa Berprestasi di Level Internasional
KDM Beri Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Usai Juara Super League 2025/2026
Konvoi Juara Persib 2026 Digelar dari Gedung Sate hingga Gedung Merdeka

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:37 WIB

KDM Serahkan Kadeudeuh Rp1 Miliar untuk Persib, Bonus Juara dari Hasil Penjualan Sapi Pribadi

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:00 WIB

Forum Cabor Mengadu ke DPRD, Anggaran Porprov Jadi Sorotan

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:58 WIB

Persib Evaluasi Internal Usai Kena Sanksi FIFA, Umuh Muchtar Soroti Kelalaian Manajemen

Senin, 1 Juni 2026 - 18:50 WIB

Marc Klok dan Eliano Reijnders Dicoret Timnas Indonesia, Persib Justru Dapat Kabar Positif Jelang Musim Baru

Minggu, 31 Mei 2026 - 10:00 WIB

Persib Kena Sanksi FIFA, Manajemen Ungkap Penyebab dan Pastikan Tim Tetap Fokus

Berita Terbaru

Komisi IV DPRD Kabupaten Majalengka berkomitmen mengawal kebutuhan anggaran cabang olahraga (cabor) yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi antara Forum Koordinator Cabor Kabupaten Majalengka dengan DPRD Majalengka di Ruang Rapat Paripurna DPRD, Rabu (3/6/2026).

Olahraga

Forum Cabor Mengadu ke DPRD, Anggaran Porprov Jadi Sorotan

Rabu, 3 Jun 2026 - 18:00 WIB