Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS 100 GW untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Selasa, 2 Juni 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto udara susunan panel surya pada proyek PLTS Terapung di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (26/9/2023). PT PLN Nusantara Power akan menguji coba PLTS Terapung Cirata yang merupakan PLTS apung terbesar di Asia Tenggara pada Oktober 2023 sebelum diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada November 2023. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/tom.

Foto udara susunan panel surya pada proyek PLTS Terapung di Waduk Cirata, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (26/9/2023). PT PLN Nusantara Power akan menguji coba PLTS Terapung Cirata yang merupakan PLTS apung terbesar di Asia Tenggara pada Oktober 2023 sebelum diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada November 2023. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/tom.

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) saat ini fokus menyiapkan regulasi dasar dan memastikan ketersediaan lahan agar proyek strategis tersebut dapat berjalan sesuai target.

Siapkan Regulasi dan Lahan

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah segera mengeksekusi berbagai kebutuhan dasar proyek, mulai dari regulasi hingga penyediaan lahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong percepatan pengembangan energi hijau di Indonesia.

“Pemerintah terus memperkuat sistem kelistrikan nasional. Salah satu langkah utamanya ialah mempercepat pembangunan PLTS 100 gigawatt melalui penyusunan regulasi dan penyediaan lahan,” ujar Yuliot dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).

Ribuan Hektare Lahan Sudah Teridentifikasi

Untuk mendukung proyek tersebut, Kementerian ESDM telah berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Hasil identifikasi menunjukkan sekitar 24.000 hektare lahan di Pulau Jawa berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan PLTS skala besar.

Ketersediaan lahan menjadi faktor penting karena proyek ini membutuhkan area yang luas guna memasang panel surya dalam jumlah besar.

Tahap Awal Bangun 17 GW

Pemerintah tidak langsung membangun seluruh kapasitas 100 GW. Sebagai tahap awal, pemerintah akan memulai pembangunan PLTS berkapasitas 17 GW.

Selain itu, pemerintah juga akan membangun fasilitas Battery Energy Storage System (BESS) dengan kapasitas sekitar 33 GW untuk mendukung stabilitas pasokan listrik dari energi surya.

Keberadaan sistem penyimpanan energi tersebut akan membantu menjaga keandalan jaringan listrik ketika produksi listrik dari matahari mengalami fluktuasi.

Target Energi Terbarukan Tahun 2026

Sepanjang 2026, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas energi terbarukan sebesar 17 GW melalui pengembangan PLTS di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sekaligus meningkatkan porsi energi ramah lingkungan dalam bauran energi nasional.

Bidik 100 GW pada 2029

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan pentingnya percepatan transisi menuju energi hijau untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Karena itu, pemerintah menargetkan kapasitas terpasang PLTS nasional mencapai 100 GW pada 2029. Target tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat energi bersih, menekan emisi karbon, dan mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Apabila target tersebut tercapai, Indonesia akan mencatat salah satu lompatan terbesar dalam pengembangan energi surya di kawasan Asia Tenggara. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Berapa Lama BBM Bisa Disimpan? Dosen UGM Ungkap Batas Waktunya
Saham SMRA Anjlok 13,25 Persen Usai Bos Summarecon Terjaring OTT KPK
Penumpang KM Virgo Transport 8 Masih Tidur Saat Kapal Miring, Ratusan Orang Diduga Terjebak
KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB
Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa
Gunung Api Indonesia Erupsi Bersamaan, Benarkah Terkait Megathrust Selat Sunda?
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 107 Selamat dan 6 Meninggal
Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjang Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:04 WIB

Berapa Lama BBM Bisa Disimpan? Dosen UGM Ungkap Batas Waktunya

Rabu, 16 September 2026 - 07:00 WIB

Saham SMRA Anjlok 13,25 Persen Usai Bos Summarecon Terjaring OTT KPK

Selasa, 15 September 2026 - 09:00 WIB

Penumpang KM Virgo Transport 8 Masih Tidur Saat Kapal Miring, Ratusan Orang Diduga Terjebak

Selasa, 15 September 2026 - 07:00 WIB

KPK Amankan Fahd Arafiq dalam OTT Kasus HGB

Senin, 14 September 2026 - 19:58 WIB

Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya Yudhi Sadewa

Berita Terbaru

Wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dilanda rangkaian aktivitas seismik yang terhitung cukup intensif pada Rabu (16/9/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 26 kali gempa bumi mengguncang wilayah tersebut sejak pagi hingga sore hari.

Bandung Raya

Gempa Pangalengan Berulang, Pakar Ungkap Fenomena Earthquake Swarm

Kamis, 17 Sep 2026 - 08:00 WIB