Kabar Pajajaran – Berakhirnya Ramadan menandai datangnya hari kemenangan bagi umat Islam. Umat Muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Pada momen ini, umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.
Para ulama menetapkan hukum salat Idul Fitri dengan beragam pendapat. Mazhab Syafi’i dan Maliki menganjurkannya sebagai sunnah muakkad, mazhab Hanbali menetapkannya sebagai fardhu kifayah, sedangkan mazhab Hanafi mewajibkannya.
Pahami Waktu dan Jumlah Rakaat
Umat Islam melaksanakan salat Idul Fitri pada pagi hari tanggal 1 Syawal. Salat ini terdiri dari dua rakaat dan dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah di lapangan atau masjid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Awali Salat dengan Niat
Setiap Muslim harus mengawali salat dengan niat yang sesuai dengan posisinya.
-
Imam membaca niat sebagai pemimpin salat Idul Fitri.
-
Makmum menyesuaikan niat sebagai pengikut imam.
-
Orang yang salat sendiri tetap melafalkan niat sesuai ketentuan.
Dengan niat yang benar, pelaksanaan salat menjadi sah dan bernilai ibadah.
Laksanakan Takbiratul Ihram dengan Khusyuk
Jamaah memulai salat dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan “Allahu Akbar”. Setelah itu, jamaah membaca doa iftitah untuk membuka rangkaian salat.
Kerjakan Takbir Tambahan
Salat Idul Fitri memiliki ciri khas berupa takbir tambahan. Jamaah melaksanakannya dengan tertib:
- Pada rakaat pertama, jamaah membaca 7 kali takbir tambahan
- Pada rakaat kedua, jamaah membaca 5 kali takbir tambahan
Di sela-sela takbir, jamaah dianjurkan membaca dzikir untuk menambah kekhusyukan.
Baca Surat dengan Tertib
Setelah menyelesaikan takbir tambahan, imam memimpin bacaan:
- Surat Al-Fatihah
- Rakaat pertama membaca Surat Al-A’la
- Rakaat kedua membaca Surat Al-Ghasyiyah
Makmum mengikuti bacaan imam dengan penuh perhatian.
Sempurnakan dengan Gerakan Salat
Jamaah melanjutkan salat dengan gerakan yang sama seperti salat pada umumnya. Jamaah melakukan rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga tahiyat akhir dan salam secara tertib.
Dengarkan Khutbah Hingga Selesai
Setelah menyelesaikan salat, jamaah tidak langsung beranjak. Jamaah tetap duduk dan mendengarkan khutbah Idul Fitri yang disampaikan khatib.
- Khatib membuka khutbah pertama dengan 9 kali takbir
- Khatib membuka khutbah kedua dengan 7 kali takbir
Khutbah ini berisi pesan keimanan, ketakwaan, dan makna Idul Fitri.
Ketahui Ketentuan Salat Sendiri
Jika seseorang tidak dapat mengikuti salat berjamaah, ia tetap bisa melaksanakan salat Idul Fitri secara sendiri. Ia menjalankan tata cara yang sama, namun tidak perlu melaksanakan khutbah.
Jadikan Idul Fitri sebagai Momentum Kemenangan
Umat Islam tidak hanya melaksanakan salat sebagai rutinitas, tetapi juga menjadikannya sebagai simbol kemenangan setelah Ramadan. Dengan memahami tata cara salat Idul Fitri secara benar, setiap Muslim dapat menjalankan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan bermakna. *** (Chq)






