Dedi Mulyadi Prihatin Warga Cianjur Tewas Diduga Dikeroyok karena Curi 2 Labu

Minggu, 8 Maret 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Instagram/dedimulyadi71)

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Instagram/dedimulyadi71)

Cianjur, Kabar Pajajaran – Dedi Mulyadi menyampaikan keprihatinan mendalam atas meninggalnya seorang warga berinisial MI (56) di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Korban diduga meninggal setelah mengalami pengeroyokan massa karena mencuri dua buah labu yang rencananya akan dimasak untuk berbuka puasa.

Menurut Dedi, kematian korban tidak hanya berkaitan dengan aksi kekerasan yang terjadi, tetapi juga diduga akibat lambatnya penanganan setelah korban mengalami luka berat.

Ia menilai seharusnya aparat lingkungan seperti RT, RW, hingga perangkat desa segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan korban dengan membawanya ke rumah sakit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau ada orang digebukin di kampung, seharusnya Pak RT tahu, Pak RW tahu, kepala dusun juga tahu. Langkah pertama yang dilakukan adalah membawa ke rumah sakit,” ujar Dedi dalam pertemuan dengan keluarga korban dan perangkat desa di kediamannya di Lembur Pakuan, Subang, Jumat (6/3/2026).

Jangan Tunggu Urusan BPJS

Dedi menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, persoalan administrasi atau jaminan kesehatan tidak boleh menjadi alasan untuk menunda pertolongan.

“Kalau sudah luka parah, jangan bicara BPJS dulu. Masukkan saja ke rumah sakit. Nyawa orang harus diselamatkan dulu,” katanya.

Ia juga menyayangkan lambatnya respons warga sekitar terhadap kondisi korban yang sudah mengalami luka berat.

Menurutnya, di lingkungan desa biasanya kabar tentang peristiwa seperti pemukulan cepat menyebar. Namun dalam kasus ini, korban justru tidak segera mendapat pertolongan.

“Di kampung itu kalau ada berita orang dipukul biasanya cepat ramai. Tetangga pasti tahu. Tapi problemnya kenapa korban tidak ditengok padahal sudah dalam kondisi luka berat,” ucapnya.

Dedi: Saya Merasa Sangat Menyesal

Dedi bahkan mengaku merasa sangat menyesal atas kejadian tersebut. Ia menilai nyawa korban kemungkinan masih bisa diselamatkan jika segera mendapat pertolongan medis.

“Saya sebagai gubernur merasa sangat menyesal. Bahkan merasa berdosa ada nyawa yang mungkin tidak bisa diselamatkan karena tidak segera dibawa ke rumah sakit,” tuturnya.

Ia juga menyoroti kemungkinan adanya cara pandang masyarakat yang kurang peduli karena korban berasal dari kalangan kurang mampu.

“Jangan sampai karena orang miskin lalu dianggap biasa ketika digebuki. Kalau yang dipukul anak pejabat atau orang kaya, mungkin semua langsung bergerak,” kata Dedi.

Menurutnya, peristiwa ini harus menjadi pelajaran bagi masyarakat dan aparat lingkungan agar lebih peka terhadap kondisi warga yang membutuhkan pertolongan darurat.

Korban Curi Labu untuk Buka Puasa

Adik korban, Cucum Suhenda (50), mengungkapkan bahwa kakaknya bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Saat kejadian, korban mencuri dua buah labu yang rencananya akan dimasak sebagai lauk berbuka puasa.

“Waluh dua untuk masak buka puasa,” kata Cucum.

Ia juga menyebutkan bahwa sebelumnya korban pernah mencuri 10 dus keramik dan dua sak semen. Namun kasus tersebut tidak diproses secara hukum karena pemilik barang memilih memaafkan setelah barang dikembalikan. *** (Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru