Ledakan Ruko San Antonio Surabaya, Saksi Lihat Korban Berlari dengan Pakaian Terbakar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi pasca ledakan di Ruko San Antonio, Pakuwon City Surabaya, Selasa (6/10/2026) (KOMPAS.com/DIKI FEBRIANTO)

Kondisi pasca ledakan di Ruko San Antonio, Pakuwon City Surabaya, Selasa (6/10/2026) (KOMPAS.com/DIKI FEBRIANTO)

SURABAYA, KP – Ledakan mengguncang kawasan Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi. Suara ledakan membuat pekerja dan warga di sekitar lokasi panik.

Seorang pekerja rumah makan di kawasan tersebut, Rangga Musa (23), mengaku melihat sejumlah orang berlari meminta pertolongan setelah ledakan terjadi.

Rangga yang bekerja sebagai staf dapur sedang menyiapkan pesanan bersama rekan-rekannya ketika ledakan tiba-tiba terdengar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menggambarkan suara ledakan sebagai suara yang sangat mengerikan.

“Enggak bisa dijelaskan gitu. Sangat mengerikan gitu,” ujar Rangga, Selasa (6/10/2026).

Saksi Dengar Suara seperti Gempa

Rangga mengatakan, kejadian bermula dari getaran yang ia rasakan seperti gempa kecil.

Tidak lama kemudian, suara ledakan keras mengguncang kawasan tersebut. Getaran membuat kaca jendela ruko bergetar hingga pecah.

“Kayak gempa kecil gitu. Tiba-tiba langsung jendela semua buka semua, dari atas sampai bawah dan pecah semua kaca-kacanya,” katanya.

Rangga bersama sejumlah rekannya langsung meninggalkan dapur dan berlari ke bagian depan ruko.

Saat itu, serpihan kaca mengenai sepatu Rangga. Seorang pelanggan di rumah makan tersebut juga mengalami luka pada bagian kaki akibat pecahan kaca.

Rangga mengaku sempat kebingungan karena tidak mengetahui sumber ledakan.

“Awalnya saya melihat itu, yang pertama saya bingung,” ujarnya.

Korban Berlari Minta Pertolongan

Situasi semakin panik ketika sejumlah orang dari seberang jalan berlari menuju rumah makan tempat Rangga bekerja.

Rangga melihat lima orang, terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan, meminta pertolongan.

Mereka meminta bantuan untuk membersihkan tubuh karena merasakan panas setelah terkena dampak ledakan.

Menurut Rangga, beberapa korban mengalami luka cukup parah. Ia melihat pakaian korban terbakar dan bagian celana tampak gosong.

“Parah, dari atas sampai bawah itu kebakar semua,” tutur Rangga.

Teriakan korban membuat suasana di sekitar lokasi semakin mencekam.

Rangga menduga beberapa korban merupakan pekerja dari tempat usaha di sekitar lokasi karena melihat seragam yang mereka kenakan.

Saksi Sebut Ada Tujuh Korban

Rangga juga menerima informasi tentang seorang pembeli nasi campur yang terkena benda di bagian kepala.

Namun, ia tidak melihat langsung kondisi korban tersebut karena orang itu sudah meninggalkan lokasi ketika Rangga keluar dari ruko.

Rangga menyebut terdapat tujuh orang yang menjadi korban dalam kejadian tersebut. Mereka terdiri dari tiga perempuan dan empat laki-laki.

Ketika Rangga keluar dari tempat kerja, polisi sudah membatasi akses menuju area ledakan.

Puluhan Ruko Mengalami Kerusakan

Ledakan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB di kawasan Ruko San Antonio, Jalan Kalisari Utara, Surabaya.

Dampak ledakan tidak hanya mengenai lokasi sumber kejadian. Puluhan bangunan di sekitar kawasan tersebut juga mengalami kerusakan.

Rumah makan tempat Rangga bekerja mengalami kerusakan pada sejumlah kaca jendela. Beberapa bagian plafon juga ambruk.

Debu dan pecahan kaca turut mengotori makanan yang sudah disiapkan. Tiga sepeda motor milik karyawan juga terkena dampak ledakan.

Rangga memperkirakan getaran dan dampak ledakan terasa hingga jarak sekitar 200 hingga 300 meter.

Sementara itu, suara ledakan terdengar hingga sekitar satu kilometer dari lokasi.

Ia melihat sejumlah bangunan di sekitar lokasi mengalami kerusakan. Rak sebuah minimarket bahkan roboh akibat guncangan.

Rumah Makan Tutup Sementara

Sebuah warung penyetan yang hampir membuka layanan juga ikut terdampak ledakan. Lokasinya berada di sebelah ruko N1-62 yang menyajikan menu nasi tempong dan diduga menjadi titik sumber ledakan.

Rangga mengatakan warung tersebut hampir membuka aktivitas ketika ledakan terjadi.

“Perkiraan 90 persen mau buka, sudah dapat cobaan seperti ini,” katanya.

Setelah ledakan, rumah makan tempat Rangga bekerja memilih tutup sementara.

Kondisi sekitar lokasi belum memungkinkan untuk kembali menjalankan aktivitas seperti biasa.

Rangga mengaku baru pertama kali mengalami kejadian tersebut selama sekitar satu setengah tahun bekerja di lokasi itu.

Meski masih merasa takut, ia bersyukur kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.

“Alhamdulillah masih tidak ada korban jiwa. Kalau penyebabnya, itu biar urusan pihak berwenang saja,” ujarnya.

Polisi Duga Kebocoran LPG

Ledakan terjadi di Rumah Makan Nasi Tempong Sri Dewi, Ruko San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya.

Polisi sementara menduga kebocoran LPG menjadi pemicu ledakan.

Petugas menemukan tiga tabung LPG berkapasitas 50 kilogram di lokasi. Namun, polisi memastikan ketiga tabung tersebut tidak meledak.

Hasil pemeriksaan awal mengarah pada dugaan kebocoran dari bagian pipa atau selang. Gas kemudian keluar dan terkumpul di dalam ruangan sebelum akhirnya terpicu dan menimbulkan ledakan.

Polisi juga memastikan tidak menemukan bahan peledak maupun unsur bom di lokasi.

Akibat kejadian tersebut, puluhan bangunan di sekitar Ruko San Antonio mengalami kerusakan. Polisi masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab dan rangkaian kejadian secara menyeluruh.***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tiga Gempa Guncang Tanggamus dalam 41 Menit, BMKG Minta Warga Tetap Waspada
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi
Remisi Indra Kenz Dievaluasi Ditjenpas, Pembebasan Bersyarat Bisa Dicabut
TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Hanguskan 500 Meter Persegi
Mata Air di Gunung Sindur Bogor Mendadak Merah, DLH Tunggu Hasil Uji Laboratorium
Jakarta Terancam Kekeringan, Pemprov DKI Kaji Desalinasi Air Laut
Pria Penendang Wanita di Senayan City Jadi Tersangka
Pemprov Jabar Dorong Shuttle Bus dari Bandara Nusawiru ke Destinasi Wisata Pangandaran

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Tiga Gempa Guncang Tanggamus dalam 41 Menit, BMKG Minta Warga Tetap Waspada

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Remisi Indra Kenz Dievaluasi Ditjenpas, Pembebasan Bersyarat Bisa Dicabut

Minggu, 27 September 2026 - 08:00 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Hanguskan 500 Meter Persegi

Rabu, 23 September 2026 - 18:00 WIB

Mata Air di Gunung Sindur Bogor Mendadak Merah, DLH Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Berita Terbaru