KABUPATEN MAJALENGKA – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka berpotensi memiliki fungsi baru di luar layanan penerbangan komersial.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kementerian Pertahanan (Kemhan) membahas rencana pengembangan BIJB Kertajati sebagai kawasan industri pertahanan dan kedirgantaraan.
Pertemuan tersebut berlangsung di BIJB Kertajati dan menjadi tindak lanjut pembahasan yang sebelumnya dilakukan Dedi Mulyadi bersama pihak terkait di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Jawa Barat dan Kemhan selanjutnya akan menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk merealisasikan rencana pengelolaan kawasan tersebut.
BIJB Kertajati Tak Hanya Jadi Bandara Komersial
Dedi Mulyadi mengatakan pemerintah tidak ingin tahap awal pengembangan BIJB Kertajati hanya mengejar peningkatan jumlah penumpang atau aktivitas komersial bandara.
Pemerintah justru ingin membangun ekosistem industri yang berkaitan dengan sektor pertahanan dan kedirgantaraan.
Menurut Dedi, pengembangan kawasan dapat melibatkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI), fasilitas MRO, bengkel pesawat asing, hingga industri pendukung penerbangan.
“Tahap pertama kita tidak berpikir komersial dulu, keramaian atau pertumbuhan, tetapi tahap pertama kita berpikir PTDI ada di sini kemudian MRO di sini, bengkel pesawat asing di sini, kemudian industri penunjang di sini,” kata Dedi dalam keterangannya di Bandung, Senin (5/10/2026), dikutip dari Antara.
MRO atau maintenance, repair and overhaul merupakan kegiatan pemeliharaan, perbaikan, serta pemeriksaan pesawat.
Industri Kedirgantaraan Bisa Gerakkan Ekonomi
Dedi menilai kehadiran berbagai fasilitas industri dalam satu kawasan dapat menciptakan aktivitas ekonomi baru di sekitar BIJB Kertajati.
Kawasan tersebut nantinya dapat membentuk rantai pasok yang melibatkan perusahaan lokal, nasional, hingga perusahaan dari luar negeri.
Menurut Dedi, industri penerbangan membutuhkan berbagai barang dan jasa yang tidak seluruhnya bisa dipenuhi oleh pelaku usaha lokal.
Kondisi tersebut akan mendorong terjadinya transaksi antardaerah, antarprovinsi, bahkan antarnegara.
“Tidak mungkin semuanya lokal, pasti ada transfer antardaerah, transfer antarprovinsi, transfer antarnegara, pada akhirnya nanti kebutuhan komersialnya akan tumbuh,” ujar Dedi.
Kemhan Siapkan Sejumlah Kegiatan di BIJB Kertajati
Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari mengatakan pemerintah telah melaporkan rencana pengembangan BIJB Kertajati kepada Presiden Prabowo Subianto.
Yusuf menyebut Presiden memberikan tanggapan positif terhadap rencana tersebut.
Kemhan kemudian menyiapkan sejumlah kegiatan untuk mengisi kawasan BIJB Kertajati dengan aktivitas yang mendukung sektor pertahanan dan penerbangan.
Salah satu rencana tersebut berupa pemindahan sekolah penerbang Angkatan Udara beserta mess dari Sukani ke kawasan BIJB Kertajati.
Kemhan juga menyiapkan rencana pemindahan Skuadron Udara dari Bandara Halim Perdanakusuma menuju BIJB Kertajati.
Selain fasilitas penerbangan militer, pemerintah juga berencana menghadirkan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bersama perusahaan yang memiliki kerja sama dengan industri tersebut.
Pembangunan Ditargetkan Mulai Januari 2027
Pemerintah menargetkan pembangunan kawasan tersebut mulai berjalan pada Januari 2027.
Sementara itu, kegiatan sekolah penerbangan berpeluang dimulai lebih awal. Pemerintah menargetkan kegiatan tersebut berlangsung pada November atau Desember 2026 jika seluruh proses perizinan telah selesai.
“Kami berharap di bulan Januari pembangunannya. Sekolah penerbangan November atau Desember jika diizinkan, agar ada kegiatan,” kata Yusuf.
Rencana tersebut membuat BIJB Kertajati berpotensi berkembang menjadi kawasan yang menggabungkan fungsi penerbangan, industri pertahanan, industri kedirgantaraan, hingga kegiatan pendukung lainnya.
Pemerintah Jawa Barat dan Kemhan akan melanjutkan pembahasan melalui Perjanjian Kerja Sama sebagai dasar pelaksanaan pengembangan kawasan tersebut.






