BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan penguatan struktur permodalan PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Pemprov Jabar memproyeksikan modal dasar perusahaan meningkat dari Rp2,5 triliun menjadi Rp8 triliun.
Kepala Biro Binaan BUMD, Investasi, dan Administrasi Pembangunan (BIA) Setda Jabar Deny Hermawan mengatakan, pemerintah daerah perlu memperkuat aspek hukum dan finansial BIJB Kertajati.
Menurut Deny, pemerintah akan menempuh penyertaan modal dalam beberapa bentuk, termasuk melalui aset berupa tanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Nanti ada peningkatan modal dasar dari Rp2,5 triliun jadi Rp8 triliun. Salah satunya dalam bentuk tanah,” kata Deny di Bandung, Rabu (30/9/2026), dikutip dari Antara.
Penyertaan Modal BIJB Kertajati Berupa Aset
Deny menjelaskan, pemerintah tidak hanya mengandalkan penyertaan modal dalam bentuk uang tunai. Pemprov Jabar juga menyiapkan aset strategis yang berada di kawasan Bandara Kertajati.
Skema tersebut menggunakan mekanisme inbreng, yakni penyertaan modal perusahaan dalam bentuk barang atau aset non-tunai.
Penyertaan tanah sebagai modal dapat meningkatkan nilai aset perusahaan. Selain itu, langkah tersebut dapat mendukung pengembangan kawasan di sekitar Bandara Kertajati.
Pemprov Jabar juga melihat peluang pengembangan kawasan aerocity sebagai bagian dari strategi penguatan BIJB Kertajati.
Pengembangan kawasan terpadu itu diharapkan dapat membuka ruang bagi investasi baru sekaligus memperluas aktivitas ekonomi di sekitar bandara.
Raperda Jadi Dasar Penguatan BIJB
Pemprov Jabar juga perlu menyiapkan landasan hukum sebelum merealisasikan tambahan modal untuk BIJB Kertajati.
Deny menyebut pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) menjadi salah satu tahapan penting dalam proses tersebut.
DPRD Jawa Barat sebelumnya memberikan dukungan terhadap pembahasan Raperda tentang perubahan kedua Perda Nomor 22 Tahun 2013 mengenai pembentukan BUMD pengelola Bandara Kertajati.
Mayoritas fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD Jabar menyetujui pembahasan Raperda tersebut. Selanjutnya, DPRD akan membahasnya melalui Panitia Khusus (Pansus).
DPRD Soroti Dampak Ekonomi Kertajati
Anggota DPRD Jawa Barat Toto Suharto mengatakan BIJB Kertajati memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat bagian timur.
Ia menilai keberadaan bandara dapat mendukung aktivitas ekonomi di kawasan Ciayumajakuning yang mencakup Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan.
“Kondisi kini perlu penguatan, BIJB juga untuk motor penggerak ekonomi khususnya wilayah Jawa Barat bagian timur,” ujar Toto.
Toto juga meminta Pemprov Jabar memastikan penguatan modal BIJB memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, pemerintah perlu mengintegrasikan pengembangan kawasan bandara dengan sektor ekonomi lokal.
“Kami harap ada integrasi kawasan dan menunjang ekonomi lokal,” katanya.
Modal Rp8 Triliun untuk Pengembangan Kawasan
Rencana peningkatan modal dasar menjadi Rp8 triliun akan memberikan ruang lebih besar bagi BIJB Kertajati untuk mengembangkan bisnis dan menjalin kerja sama strategis.
Pemprov Jabar juga dapat memanfaatkan penguatan struktur modal tersebut untuk mendorong pengembangan kawasan aerocity.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap BIJB Kertajati tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur transportasi, tetapi juga menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat bagian timur.***(Chq)





