BOGOR, KABAR PAJAJARAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor masih menelusuri penyebab mata air di Kampung Kaleo, Desa Cibadung, Kecamatan Gunung Sindur, yang mendadak berubah warna menjadi merah.
DLH Kabupaten Bogor menduga perubahan warna tersebut terjadi akibat zat pewarna yang tercampur dengan air. Namun, pemerintah belum dapat memastikan jenis zat maupun tingkat bahayanya sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.
Kepala DLH Kabupaten Bogor Teuku Mulya mengatakan, petugas menemukan kondisi mata air sudah kembali normal saat melakukan pengecekan ke lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pas kita ke sana memang sudah selesai kan merahnya. Jadi ini dugaan sementara sambil menunggu hasil lab adalah semacam pewarna di kain atau di bahan-bahan yang lain yang memerah. Itu sesaat,” kata Teuku kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).
DLH Duga Ada Zat Pewarna
Teuku menjelaskan, perubahan warna air kemungkinan muncul karena zat tertentu masuk dan bercampur dengan sumber mata air.
Menurut dia, zat tersebut bisa berasal dari pewarna kain, cat, atau bahan lain yang memiliki warna merah.
DLH masih menguji sampel air untuk mengetahui kandungan yang menyebabkan perubahan warna. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah untuk menjelaskan penyebab fenomena tersebut.
“Fenomena yang terjadi dari buatan, maksudnya dari apa, pewarna-pewarna di kain atau warna-warna lain seperti cat. Fenomenanya dicampur dengan air yang memang secara situasional pada waktu itu mendukung untuk memerahkan airnya,” ujar Teuku.
Tunggu Hasil Laboratorium
DLH Kabupaten Bogor belum memastikan apakah zat yang membuat air berubah merah memiliki kandungan berbahaya.
Pemeriksaan laboratorium akan menentukan kandungan air sekaligus mengetahui potensi risiko terhadap kesehatan maupun lingkungan.
“Kalau berbahaya atau tidak, nanti kita lihat hasil lab. Apakah itu mengandung racun dan sebagainya, nanti kita rilis. Kita tunggu hasil labnya dulu,” kata Teuku.
Karena itu, DLH meminta masyarakat tidak mengambil kesimpulan sebelum pemerintah memperoleh hasil pemeriksaan ilmiah.
Warga Sempat Kaitkan dengan Mitos
Fenomena mata air merah tersebut sebelumnya mengundang perhatian warga Kampung Kaleo pada Minggu (20/9/2026).
Warga mendatangi lokasi setelah melihat air berubah warna menjadi kemerahan. Sejumlah warga bahkan mengambil air menggunakan galon mineral. Dalam video yang beredar di media sosial, beberapa warga juga terlihat berendam di area mata air.
Padahal, warga setempat biasanya melihat mata air tersebut dalam kondisi jernih. Perubahan warna yang terjadi selama beberapa jam kemudian memunculkan berbagai dugaan.
Sebagian warga mengaitkan fenomena tersebut dengan mitos mengenai batu merah delima yang disebut berada di sekitar lokasi.
DLH Kabupaten Bogor meminta masyarakat tidak langsung menghubungkan fenomena alam tersebut dengan hal gaib atau mitos.
“Imbauannya terhadap fenomena-fenomena yang terjadi seperti itu tidak langsung dikaitkan dengan mukjizat atau kegaiban. Sebaiknya masyarakat bijak untuk menghubungi pihak-pihak terkait untuk memastikan air ini air apa,” tutur Teuku.
Sampai Selasa (22/9/2026), DLH Kabupaten Bogor masih menunggu hasil uji laboratorium. Pemerintah akan menggunakan hasil pemeriksaan tersebut untuk memastikan penyebab mata air Gunung Sindur berubah warna menjadi merah.






