BANDUNG, KP – Kemacetan panjang melanda Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, pada Selasa (22/9/2026). Proyek galian gorong-gorong menjadi salah satu titik gangguan arus lalu lintas di kawasan tersebut.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut alat berat milik kontraktor mogok di tengah pekerjaan sehingga menghalangi sebagian badan jalan.
Farhan mengatakan kontraktor seharusnya menyelesaikan pekerjaan alat berat pada Selasa sekitar pukul 04.00 WIB. Namun, kendala teknis membuat pekerjaan belum selesai hingga pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Soekarno-Hatta itu kesalahan dari pihak kontraktor karena alat beratnya mogok,” kata Farhan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Selasa siang.
Alat Berat Ganggu Arus Lalu Lintas
Menurut Farhan, alat berat yang berhenti di lokasi proyek membuat ruang kendaraan semakin terbatas. Kondisi tersebut kemudian memicu penumpukan kendaraan dalam jumlah besar.
“Alat berat yang mogok yang harusnya selesai tadi pagi jam 4 pagi, itu enggak selesai. Jadi, menimbulkan kemacetan yang luar biasa,” ujarnya.
Kemacetan di Jalan Soekarno-Hatta Bandung menjadi perhatian karena ruas tersebut memiliki volume kendaraan yang tinggi. Gangguan pada badan jalan dengan cepat memengaruhi arus lalu lintas di sekitarnya.
Kontraktor Dipanggil Satlantas
Farhan mengatakan pihak kepolisian sudah meminta kontraktor bertanggung jawab atas gangguan lalu lintas tersebut.
Satlantas memanggil pihak kontraktor untuk meminta kepastian mengenai penyelesaian pekerjaan. Kontraktor juga menyampaikan target penyelesaian proyek dalam beberapa hari ke depan.
“Pihak kontraktor sudah dipanggil oleh Satlantas untuk memastikan bahwa pekerjaan akan selesai paling lambat beberapa hari lagi,” kata Farhan.
Farhan Desak DSDABM Segera Bertindak
Selain Jalan Soekarno-Hatta, kemacetan juga terjadi di Jalan Ibrahim Adjie. Farhan belum memastikan kapan arus lalu lintas di kawasan tersebut kembali normal.
Meski begitu, ia akan meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung mempercepat penyelesaian pekerjaan gorong-gorong.
Farhan juga meminta dinas terkait memastikan kontraktor tidak kembali menunda pekerjaan yang berpotensi mengganggu lalu lintas.
“Iya, sigana (sepertinya). Saya juga akan mengejar terus ke Dinas DSDABM agar memastikan tidak ada lagi pekerjaan yang tertunda di Soekarno-Hatta,” tuturnya.
Farhan Soroti Dampak Kemacetan
Farhan memahami kemacetan panjang dapat memicu keresahan masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh pihak yang mengerjakan proyek infrastruktur memperhitungkan dampak pekerjaan terhadap pengguna jalan.
“Soalnya itu dengan tingkat kemacetan yang begitu kejam di sana, tentu saja kesabaran juga sangat tipis,” ucap Farhan.
Pemerintah Kota Bandung kini mendorong percepatan pekerjaan agar gangguan lalu lintas di Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Ibrahim Adjie tidak berlangsung lebih lama. ***(Chq)






