Kenapa Minum Kopi Malah Bikin Mengantuk? Ini Penjelasan dan Penyebabnya

Senin, 21 September 2026 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kopi

Ilustrasi Kopi

KABAR PAJAJARAN – Kopi identik dengan minuman yang membantu tubuh tetap terjaga. Banyak orang meminumnya pada pagi hari untuk mengusir kantuk dan meningkatkan konsentrasi sebelum menjalani aktivitas.

Namun, efek kopi tidak selalu sama bagi setiap orang. Sebagian orang justru merasa mengantuk setelah minum kopi, bahkan ketika mereka berharap mendapatkan tambahan energi.

Kondisi tersebut sebenarnya dapat terjadi karena sejumlah faktor. Cara tubuh merespons kafein, kebiasaan minum kopi, faktor genetik, hingga kondisi tidur dapat memengaruhi efek kopi terhadap tubuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, kenapa minum kopi malah bikin mengantuk?

Kafein Menghambat Sinyal Kantuk

Salah satu penyebab rasa kantuk berkaitan dengan zat bernama adenosin.

Tubuh secara alami menghasilkan dan mengumpulkan adenosin di otak sepanjang hari. Semakin banyak adenosin yang menumpuk, semakin kuat pula dorongan tubuh untuk beristirahat dan tidur.

Kafein dalam kopi bekerja dengan cara menghambat adenosin agar tidak segera berikatan dengan reseptornya di otak.

Karena struktur kafein menyerupai adenosin, kafein dapat menempati reseptor tersebut tanpa mengaktifkannya. Proses ini membuat otak tidak langsung menerima sinyal kantuk.

Akibatnya, seseorang dapat merasa lebih segar, fokus, dan waspada setelah minum kopi.

Namun, efek tersebut hanya berlangsung sementara.

Rasa Kantuk Bisa Muncul Saat Efek Kafein Menurun

Ketika tubuh mulai memecah kafein, efek stimulasi perlahan berkurang.

Pada saat yang sama, adenosin yang sudah menumpuk dapat kembali berikatan dengan reseptornya. Proses tersebut dapat membuat rasa lelah yang sebelumnya tertahan muncul kembali.

Kondisi ini bisa menjelaskan mengapa seseorang merasa mengantuk beberapa waktu setelah minum kopi.

Dengan kata lain, kopi tidak selalu menyebabkan kantuk secara langsung. Dalam kondisi tertentu, tubuh hanya kembali merasakan rasa lelah yang sebelumnya tertahan oleh efek kafein.

Kebiasaan Minum Kopi Bisa Memengaruhi Efek Kafein

Orang yang rutin minum kopi juga dapat mengalami perubahan respons tubuh terhadap kafein.

Konsumsi kafein secara terus-menerus dapat membuat tubuh beradaptasi. Salah satu bentuk adaptasi tersebut berkaitan dengan reseptor adenosin.

Ketika tubuh meningkatkan jumlah reseptor adenosin, efek kafein dapat terasa lebih lemah dibandingkan sebelumnya.

Akibatnya, seseorang mungkin membutuhkan lebih banyak kafein untuk memperoleh tingkat kewaspadaan yang sama.

Ketika kadar kafein kembali turun, sinyal adenosin dapat muncul lebih kuat sehingga rasa lelah dan kantuk kembali terasa.

Faktor Genetik Juga Memengaruhi Respons terhadap Kopi

Respons tubuh terhadap kopi tidak hanya bergantung pada jumlah kafein yang diminum.

Faktor genetik juga ikut menentukan cara tubuh memproses kafein. Salah satu gen yang berperan dalam metabolisme kafein adalah CYP1A2.

Variasi gen tersebut dapat memengaruhi kecepatan tubuh dalam memecah kafein.

Orang yang memproses kafein dengan cepat dapat merasakan efek stimulasi dalam waktu yang lebih singkat. Sebaliknya, orang yang memproses kafein lebih lambat dapat merasakan efek kafein lebih lama.

Perbedaan metabolisme tersebut menjadi salah satu alasan mengapa secangkir kopi dapat memberikan efek berbeda pada setiap orang.

Kandungan Gula dalam Kopi Bisa Ikut Berpengaruh

Jenis kopi yang diminum juga perlu diperhatikan.

Kopi hitam tanpa tambahan gula memiliki komposisi yang berbeda dengan minuman kopi yang mengandung banyak gula, susu, krimer, atau sirup.

Minuman dengan kandungan gula tinggi dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat. Setelah itu, perubahan kadar gula darah pada sebagian orang dapat menimbulkan rasa lemas atau mengantuk.

Karena itu, rasa kantuk setelah minum kopi tidak selalu berasal dari kafein.

Kurang Tidur Bisa Membuat Kopi Terasa Tidak Ampuh

Kondisi tubuh sebelum minum kopi juga sangat menentukan.

Jika seseorang kurang tidur, tubuh tetap membutuhkan waktu istirahat meskipun kafein memberikan efek stimulasi.

Kafein mungkin membantu menahan rasa kantuk untuk sementara. Namun, kafein tidak dapat menggantikan fungsi tidur yang cukup.

Ketika efek kafein mulai berkurang, rasa lelah akibat kurang tidur dapat kembali terasa.

Kebiasaan menggunakan kopi untuk menggantikan waktu tidur juga dapat menimbulkan masalah lain.

Minum Kopi Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Waktu konsumsi kopi juga perlu diperhatikan.

Jika seseorang minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur, kafein dapat mengganggu proses tidur pada sebagian orang.

Gangguan tersebut dapat membuat durasi atau kualitas tidur menurun. Akibatnya, tubuh terasa lebih lelah pada hari berikutnya.

Siklus ini kemudian dapat berulang. Seseorang minum kopi untuk mengatasi kantuk, tetapi konsumsi kopi yang terlalu malam justru dapat mengganggu tidur dan membuat tubuh kembali lelah keesokan harinya.

Mengapa Kopi Membuat Mengantuk?

Secara umum, beberapa faktor dapat menjelaskan rasa mengantuk setelah minum kopi, antara lain:

  • efek kafein mulai berkurang;
  • adenosin kembali berikatan dengan reseptornya;
  • tubuh sudah terbiasa dengan konsumsi kafein;
  • faktor genetik memengaruhi metabolisme kafein;
  • kopi mengandung gula dalam jumlah tinggi;
  • tubuh mengalami kurang tidur;
  • konsumsi kopi terlalu dekat dengan waktu tidur;
  • jumlah kafein yang dikonsumsi tidak memberikan efek stimulasi yang kuat pada seseorang.

Respons Setiap Orang terhadap Kopi Berbeda

Kopi memang mengandung kafein yang dapat meningkatkan kewaspadaan. Namun, tubuh setiap orang merespons kafein dengan cara yang berbeda.

Karena itu, rasa mengantuk setelah minum kopi tidak otomatis menunjukkan adanya masalah kesehatan.

Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan kebiasaan konsumsi kafein, metabolisme tubuh, kualitas tidur, jenis kopi, hingga rasa lelah yang sudah muncul sebelumnya.

Jika rasa kantuk terus terjadi meskipun seseorang sudah tidur cukup dan mengonsumsi kopi dalam jumlah wajar, kondisi tubuh secara keseluruhan juga perlu diperhatikan.

Sumber: NDTV, 10 Maret 2026.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

AC Mobil Langsung Maksimal Setelah Terjemur Matahari, Apakah Aman?
Lampu Indikator BBM Menyala, Berapa Kilometer Mobil Masih Bisa Jalan?
Cicak Sering Muncul di Rumah? 4 Bahan Alami Ini Bisa Bantu Mengusirnya
Penelitian Ungkap Berapa Kali Manusia Kentut dalam Sehari
7 Jenis Nama yang Bisa Ditolak Dukcapil, Cek Aturannya Sebelum Dicatat di KTP
Emoji Bisa Ungkap Generasi Penggunanya, dari Gen Z hingga Gen X
Revaldo Kembali Tersandung Kasus Narkoba, Polisi Sita Sabu dan Obat Psikotropika
Desta Pamit dari Vindes Corp, Lima Tahun Bersama Berakhir

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 11:00 WIB

Kenapa Minum Kopi Malah Bikin Mengantuk? Ini Penjelasan dan Penyebabnya

Selasa, 15 September 2026 - 11:00 WIB

AC Mobil Langsung Maksimal Setelah Terjemur Matahari, Apakah Aman?

Selasa, 15 September 2026 - 10:00 WIB

Lampu Indikator BBM Menyala, Berapa Kilometer Mobil Masih Bisa Jalan?

Minggu, 13 September 2026 - 13:00 WIB

Cicak Sering Muncul di Rumah? 4 Bahan Alami Ini Bisa Bantu Mengusirnya

Minggu, 13 September 2026 - 08:30 WIB

Penelitian Ungkap Berapa Kali Manusia Kentut dalam Sehari

Berita Terbaru

Pelaku penganiaya perempuan di Senayan City ditangkap Subdit Jatanras Polda Metro Jaya, Jumat (18/9/2026)

Regional

Pria Penendang Wanita di Senayan City Jadi Tersangka

Senin, 21 Sep 2026 - 12:45 WIB