SPP SMA dan SMK Negeri di Jabar Berpeluang Kembali, Pemprov Siapkan Skema untuk Siswa Mampu

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi PPDB

Ilustrasi PPDB

BANDUNG, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengkaji kembali penerapan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMA dan SMK negeri. Pemerintah hanya menyiapkan skema itu bagi siswa dari keluarga mampu. Sementara itu, siswa dari keluarga miskin tetap bersekolah secara gratis.

Wacana tersebut muncul dalam rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pendidikan di DPRD Jawa Barat, Selasa (14/7/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto mengatakan pemerintah masih membahas usulan tersebut. Hingga kini, Pemprov Jabar belum menetapkan kebijakan mengenai SPP.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami masih membahas usulan itu. Nanti kami melihat hasil pembahasannya,” kata Purwanto.

Purwanto menjelaskan banyak sekolah negeri memerlukan tambahan anggaran agar dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Kondisi itu mendorong munculnya usulan mengaktifkan kembali SPP.

Anggaran Sekolah Belum Mencukupi

Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Yomanius Untung mengatakan kebutuhan biaya pendidikan jauh lebih besar daripada anggaran yang tersedia.

Menurut dia, biaya ideal pendidikan untuk satu siswa SMA mencapai sekitar Rp4,5 juta per tahun. Saat ini pemerintah hanya mampu menyediakan sekitar Rp1,6 juta atau sekitar 40 persen dari kebutuhan tersebut.

Kekurangan anggaran membuat banyak sekolah kesulitan memenuhi kebutuhan operasional. Sekolah dengan jumlah siswa yang sedikit menghadapi tekanan lebih besar.

Karena itu, DPRD mulai mengkaji SPP sebagai sumber pendapatan tambahan bagi sekolah. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan kualitas proses belajar mengajar.

Siswa Miskin Tetap Gratis

Yomanius memastikan DPRD tetap mengutamakan prinsip keadilan. DPRD akan membebaskan siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin dari seluruh biaya pendidikan.

Ia menjelaskan siswa dalam kelompok Desil 1 hingga Desil 5 tetap memperoleh layanan pendidikan gratis.

Sebaliknya, pemerintah hanya akan memungut SPP dari siswa kelompok Desil 6 hingga Desil 10 apabila kebijakan itu berlaku.

Nominal SPP Mengikuti Kondisi Ekonomi

Yomanius juga mengusulkan besaran SPP mengikuti kemampuan ekonomi setiap keluarga.

Keluarga pada kelompok Desil 10 akan membayar SPP lebih besar daripada keluarga Desil 6. Menurutnya, skema tersebut menciptakan rasa keadilan sekaligus membantu sekolah memperoleh tambahan anggaran.

Ia menegaskan Pansus masih melanjutkan pembahasan Ranperda Penyelenggaraan Pendidikan. Setelah pembahasan selesai, pemerintah akan menentukan sikap terkait usulan reaktivasi SPP. ***(Chq)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan
WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat
Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar
Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit
Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah
Krisis Air Bersih Cianjur Meluas, 7.234 KK Terdampak Kemarau 2026
Pemprov Jabar Pasang 1.185 Lampu Jalan di Priangan Timur, Anggaran Capai Rp48,3 Miliar
Pemprov Jabar Gelontorkan Rp273 Miliar untuk Perbaikan Jalan dan Jembatan di Tasikmalaya

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:20 WIB

Jabar Perluas Kerja Sama dengan Korea Selatan, Bidik Investasi dan Perdagangan

Rabu, 4 November 2026 - 12:00 WIB

WJES 2026 Hasilkan 45 Rekomendasi untuk Perkuat Ekonomi Jawa Barat

Rabu, 4 November 2026 - 07:00 WIB

Ekspor Jabar Tembus USD31,22 Miliar, Neraca Perdagangan Surplus USD22,09 Miliar

Selasa, 3 November 2026 - 15:00 WIB

Dedi Mulyadi Luncurkan Jabar Merawat, Warga Bisa Adukan Pelayanan Rumah Sakit

Selasa, 3 November 2026 - 12:00 WIB

Pariwisata Jawa Barat Melonjak, Bandara Kertajati Kebanjiran Penumpang Umrah

Berita Terbaru