Sejumlah sumber menyebut Presiden Prabowo Subianto tengah mengevaluasi susunan kabinet, khususnya di sektor ekonomi. Dalam pembahasan tersebut, Chatib Basri masuk dalam daftar tokoh yang dipertimbangkan untuk memperkuat tim ekonomi pemerintah.
Kabar itu berkembang seiring munculnya informasi mengenai kepulangan Chatib dari Amerika Serikat. Saat ini, mantan Menteri Keuangan era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersebut masih menjalani kegiatan akademik sebagai visiting fellow di Harvard Kennedy School.
Pertemuan Penting di Tanah Air
Menurut informasi yang beredar, Chatib dijadwalkan bertemu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas pada Sabtu (6/6). Selain itu, ia juga disebut memiliki agenda pertemuan dengan Presiden Prabowo dalam waktu dekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian agenda tersebut memicu berbagai spekulasi mengenai kemungkinan perubahan di jajaran kabinet. Namun hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait isi maupun tujuan pertemuan tersebut.
Chatib bukan sosok baru dalam pengelolaan ekonomi nasional. Ia memimpin Kementerian Keuangan pada 2013–2014 setelah sebelumnya menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012–2013.
Nama Purbaya Tetap Dikaitkan dengan Pos Strategis
Di sisi lain, isu reshuffle juga menyeret nama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Berbagai sumber menyebut pemerintah menyiapkan penugasan baru bagi Purbaya apabila perubahan kabinet benar-benar terjadi.
Beberapa kalangan mengaitkan nama Purbaya dengan posisi strategis di sektor moneter, termasuk dalam bursa kepemimpinan Bank Indonesia. Meski demikian, pemerintah belum memberikan penjelasan terkait kemungkinan tersebut.
Pelaku pasar menilai kombinasi pengalaman Chatib di bidang fiskal dan peran Purbaya di sektor moneter dapat meningkatkan kepercayaan investor. Namun seluruh skenario itu masih bergantung pada keputusan Presiden.
Istana Minta Publik Tidak Berspekulasi
Di tengah derasnya rumor pergantian menteri, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah belum menjadwalkan reshuffle kabinet.
Prasetyo menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ada agenda resmi mengenai pergantian menteri. Ia meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan berbagai informasi yang beredar.
Pernyataan tersebut menjadi respons atas rumor yang berkembang dalam beberapa hari terakhir. Meski demikian, perhatian publik tetap tertuju pada langkah Presiden Prabowo dalam menentukan arah kebijakan ekonomi dan komposisi tim kabinetnya.
Sampai Sabtu (6/6), Istana belum mengumumkan perubahan susunan kabinet maupun pergantian Menteri Keuangan secara resmi. Dengan demikian, seluruh informasi yang beredar masih sebatas spekulasi yang menunggu kepastian dari pemerintah.***(Ant)






