BANDUNG BARAT, KABAR PAJAJARAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat menargetkan pekerjaan fisik optimalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, mulai berjalan pada 2027. DLH Jabar menunda pelaksanaan proyek karena anggaran terbatas dan tahapan pekerjaan yang membutuhkan waktu panjang.
Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional DLH Jawa Barat, Arief Perdana, menjelaskan pemerintah telah menyelesaikan seluruh perencanaan teknis. Namun, DLH masih menunggu ketersediaan anggaran dari APBD untuk memulai konstruksi.
“Pekerjaan fisik kemungkinan baru bisa kami mulai pada APBD murni tahun 2027,” ujar Arief di Bandung Barat, Kamis (4/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
DLH Jabar Hadapi Kapasitas TPA yang Semakin Terbatas
DLH Jabar melihat kondisi TPA Sarimukti semakin mendesak karena beberapa zona pembuangan hampir mencapai kapasitas maksimal. Karena itu, DLH menyusun strategi untuk menjaga operasional tetap berjalan.
Arief menjelaskan DLH menyiapkan skenario pemanfaatan kembali zona lama setelah zona aktif penuh. Dalam skenario itu, petugas akan mengalihkan pembuangan ke zona 3 dan zona 4.
Namun, DLH harus membangun tanggul terlebih dahulu sebelum mengoperasikan kembali zona tersebut. Langkah ini bertujuan menjaga keamanan area dan mencegah risiko longsor.
“Jika zona 5 sudah penuh, kami akan kembali mengoperasikan zona 3 dan zona 4 setelah membangun tanggul pengaman,” kata Arief.
DLH Jabar Prioritaskan Pembangunan Tanggul
DLH Jabar menempatkan pembangunan tanggul sebagai prioritas utama dalam rencana optimalisasi TPA Sarimukti. Pemerintah menilai tanggul berperan penting untuk menahan timbunan sampah dan menjaga stabilitas lahan.
Selain itu, DLH juga menilai pembangunan infrastruktur ini dapat memperpanjang usia operasional TPA Sarimukti yang saat ini menjadi tumpuan pembuangan sampah di wilayah Bandung Raya.
DLH Jabar Akui Kendala Anggaran dan Waktu
DLH Jabar juga menghadapi kendala anggaran dan waktu pelaksanaan proyek. Arief menegaskan setiap tahap pekerjaan, mulai dari perencanaan, proses lelang, hingga konstruksi, membutuhkan waktu yang panjang.
DLH menilai anggaran perubahan pun tidak cukup untuk mempercepat pekerjaan karena proses administrasi dan pelaksanaan tidak bisa dilakukan secara singkat.
“Walaupun ada anggaran perubahan, kami tetap tidak bisa mengejar waktu karena proses lelang dan pekerjaan membutuhkan tahapan yang jelas,” jelasnya.
DLH Jabar Lanjutkan Operasional Sambil Tunggu Proyek
Sementara menunggu realisasi proyek, DLH Jabar terus mengoptimalkan pengelolaan TPA Sarimukti. Petugas lapangan menjaga kapasitas layanan agar pengelolaan sampah di Bandung Raya tetap berjalan normal hingga proyek optimalisasi dimulai pada 2027. ***(Chq)






