JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi fiskal Indonesia tetap stabil hingga akhir Mei 2026. Ia menyampaikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih berada pada level aman.
Purbaya menjelaskan defisit APBN tercatat sebesar Rp180,4 triliun atau setara 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Ia menilai angka tersebut masih bisa dikendalikan dengan baik.
Pemerintah Dorong Penerimaan Negara Naik
Purbaya menyebut pemerintah berhasil mendorong peningkatan penerimaan negara, terutama dari sektor perpajakan dan kepabeanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga 31 Mei 2026, pendapatan negara mencapai Rp1.185 triliun. Angka ini tumbuh 19,1 persen secara tahunan (year on year/yoy). Ia menegaskan peningkatan tersebut membantu menjaga keseimbangan fiskal.
Belanja Negara Tumbuh Lebih Tinggi
Di sisi lain, pemerintah juga mencatat peningkatan belanja negara yang cukup signifikan. Realisasi belanja mencapai Rp1.365,4 triliun hingga akhir Mei 2026.
Belanja tersebut tumbuh 34,4 persen secara tahunan. Pemerintah terus mengarahkan pengeluaran untuk mendukung program prioritas dan menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Defisit Masih Dalam Batas Kendali
Purbaya menegaskan selisih antara pendapatan dan belanja masih berada dalam koridor yang aman. Ia menyebut penguatan penerimaan pajak dan bea cukai menjadi faktor utama yang menjaga defisit tetap terkendali.
“Defisitnya sampai dengan Mei 2026 sebesar 0,70 persen. Kondisi ini bisa kita kendalikan karena ada perbaikan signifikan di sektor pajak dan bea cukai,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta Pusat.
Pemerintah Optimistis Stabilitas Fiskal Terjaga
Pemerintah menilai kinerja APBN hingga pertengahan 2026 masih sejalan dengan target yang ditetapkan. Dengan tren penerimaan yang meningkat, pemerintah optimistis stabilitas fiskal dapat terus terjaga hingga akhir tahun. ***(Ant)






