Bahlil Pastikan Harga BBM dan Elpiji Bersubsidi Tetap hingga Akhir 2026

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

KABAR PAJAJARAN – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (elpiji) bersubsidi hingga akhir tahun 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat membuka Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Ia menekankan bahwa pemerintah tetap berpihak kepada masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang masih bergejolak.

Menurut Bahlil, berbagai pihak memang mendorong pemerintah untuk menyesuaikan harga BBM bersubsidi. Namun, pemerintah memilih mempertahankan kebijakan subsidi energi guna menjaga daya beli masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“BBM subsidi dan elpiji subsidi, Insyaallah tidak akan kita naikkan sampai 31 Desember 2026,” ujar Bahlil dalam sambutannya.

Ia menilai kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, pemerintah ingin memastikan masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan biaya energi saat ketidakpastian global masih berlangsung.

Bahlil mengatakan pemerintah terus mengkaji perkembangan ekonomi dunia, termasuk dinamika harga energi internasional. Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen menjaga harga BBM dan elpiji bersubsidi agar tetap stabil sepanjang tahun ini.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melindungi kelompok masyarakat yang paling terdampak oleh tekanan ekonomi. Karena itu, pemerintah mempertahankan alokasi subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Komitmen tersebut juga bukan kali pertama disampaikan Bahlil. Pada pertengahan Mei 2026, ia telah menegaskan bahwa pemerintah belum memiliki rencana menaikkan harga BBM bersubsidi.

Saat itu, Bahlil menyatakan pemerintah berupaya menjaga kestabilan subsidi energi hingga penghujung tahun. Ia juga meminta masyarakat untuk turut mendukung langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Dengan kepastian tersebut, masyarakat dapat memperoleh jaminan bahwa harga BBM dan elpiji bersubsidi masih tetap berlaku hingga akhir 2026. Pemerintah berharap kebijakan ini mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas ekonomi nasional di tengah tantangan global yang masih berlangsung. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kurs Rupiah Melemah dan Harga Minyak Naik, APBN 2026 Terancam Tertekan
KPK Bongkar Kasus Pemerasan WNA dari Jejak Transaksi M-Banking
Wamen Imipas Serahkan Diri ke KPK Usai OTT Imigrasi Jakbar
Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar 8-21 Juni, Ini Pelanggaran yang Jadi Target
Rupiah Ambruk ke Rp18.001 per Dolar AS pagi ini, Ini Pemicu Utamanya
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Berompi Tahanan, Kejagung Siapkan Konferensi Pers
Usai Evaluasi 1,5 Tahun, Prabowo Rombak Pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN)
Resmi Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Siap Pastikan Anak Indonesia Dapat Gizi Terbaik

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 09:02 WIB

Bahlil Pastikan Harga BBM dan Elpiji Bersubsidi Tetap hingga Akhir 2026

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:13 WIB

Kurs Rupiah Melemah dan Harga Minyak Naik, APBN 2026 Terancam Tertekan

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:00 WIB

Wamen Imipas Serahkan Diri ke KPK Usai OTT Imigrasi Jakbar

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:00 WIB

Operasi Patuh 2026 Resmi Digelar 8-21 Juni, Ini Pelanggaran yang Jadi Target

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:17 WIB

Rupiah Ambruk ke Rp18.001 per Dolar AS pagi ini, Ini Pemicu Utamanya

Berita Terbaru