Luhut Minta Maaf ke Investor Global di Singapura, Akui Gejolak Pasar Keuangan Indonesia

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan jajaran pimpinan Otoritas Jasa Keuangan di tengah tekanan terhadap pasar modal dan keuangan domestik. (Tangkapan layar Instagram @luhut.pandjaitan).

Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan bertemu dengan jajaran pimpinan Otoritas Jasa Keuangan di tengah tekanan terhadap pasar modal dan keuangan domestik. (Tangkapan layar Instagram @luhut.pandjaitan).

KABAR PAJAJARAN – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan permintaan maaf kepada investor dan manajer investasi global di Singapura atas gejolak pasar keuangan Indonesia.

Ia menyampaikan permintaan maaf tersebut karena sebagian investor disebut terdampak kondisi pasar yang dipengaruhi sentimen geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia.

“Saya minta maaf jika beberapa dari Anda terdampak negatif oleh situasi ini,” ujar Luhut dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Kamis (21/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Luhut Akui Tantangan Geopolitik Tekan Pasar

Luhut menjelaskan kondisi ekonomi global turut memengaruhi pasar keuangan Indonesia. Ia menyebut tekanan geopolitik dan fluktuasi harga minyak memberi dampak pada stabilitas pasar.

Namun demikian, ia menegaskan pemerintah tetap menjaga fundamental ekonomi nasional agar tetap kuat di tengah tekanan eksternal tersebut.

Ekonomi Tumbuh, Inflasi Terjaga

Selain itu, Luhut memaparkan indikator ekonomi Indonesia masih menunjukkan kinerja positif. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi berada di level 5,61 persen, sementara inflasi tercatat sekitar 2,4 persen.

Menurut dia, pemerintah berhasil menjaga inflasi tetap stabil meski harga energi global mengalami kenaikan.

“Kami terus menjaga inflasi di kisaran 2,4 persen agar tetap terkendali,” kata Luhut.

Pemerintah Siapkan Antisipasi Tekanan Ekonomi

Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan dirinya telah memberikan masukan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait potensi kenaikan inflasi setelah Juli 2026.

Ia meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipatif berupa stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat.

Menurutnya, dampak kenaikan harga minyak berpotensi mulai terasa dalam beberapa bulan ke depan sehingga pemerintah perlu bergerak cepat.

“Kita harus mempersiapkan stimulus untuk menjaga ekonomi, karena dampak harga minyak akan terasa,” ujarnya.

Dorong Kepercayaan Investor Global

Di sisi lain, Luhut menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga kepercayaan investor global. Ia memastikan Indonesia terus memperkuat stabilitas makroekonomi dan disiplin fiskal.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap investor tetap melihat Indonesia sebagai negara dengan prospek ekonomi yang solid di tengah ketidakpastian global. ***(Ant)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

BREAKING NEWS : Prabowo Ambil Keputusan Tegas! Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP
Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat
Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya
PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan
Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%
Gunung Anak Krakatau Erupsi 3 Kali, Status Masih Siaga Level III
Kapolri Suyudi Ario Seto Janji Berantas Narkoba hingga Bersihkan Internal Polri

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 09:06 WIB

Listyo Sigit Prabowo Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal, Dua Jenderal Polri Ikut Terseret

Selasa, 3 November 2026 - 16:02 WIB

Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Sejumlah Jenderal, Isu Bintang Empat Ikut Mencuat

Selasa, 3 November 2026 - 10:18 WIB

Penggeledahan Ponpes Sukoharjo Berujung Pencopotan Kapolres, Ini Kronologi Lengkapnya

Senin, 2 November 2026 - 20:00 WIB

PPN Pembalut 11 Persen Disorot DPR, Anis Byarwati Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, RDTR Terintegrasi OSS Capai 576 dan Target LP2B Tembus 87,93%

Berita Terbaru