Bima Arya Apresiasi Peluncuran SAPA UMKM, Soroti Masalah Data yang Tak Seragam di Daerah

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Dok. Kemendagri

Foto Dok. Kemendagri

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengapresiasi peluncuran Sistem Aplikasi Pelayanan (SAPA) UMKM yang pemerintah siapkan untuk memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah melalui integrasi data dan kolaborasi lintas sektor.

Ia menyampaikan apresiasi itu saat menghadiri Soft Launching SAPA UMKM dalam mendukung Program Kesejahteraan Rakyat (PRO-KESRA) di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta, Kamis (21/5).

Bima Soroti Masalah Data UMKM yang Tidak Sinkron

Dalam sambutannya, Bima menyoroti persoalan data UMKM yang masih tidak seragam di berbagai daerah. Ia menyebut data pelaku usaha sering berbeda antar-organisasi perangkat daerah (OPD).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, kondisi itu membuat pemerintah daerah kesulitan menyusun kebijakan pembinaan yang tepat.

“Kalau bicara data UMKM, datanya beda-beda dan kadang selisihnya cukup jauh,” kata Bima.

Ia menjelaskan ketidaksinkronan data tersebut menghambat proses pendampingan UMKM, mulai dari perizinan hingga akses pasar.

Tekankan Pendekatan Berbeda untuk UMKM

Selain itu, Bima menilai pemerintah tidak bisa menyamakan pendekatan terhadap seluruh pelaku UMKM. Ia menegaskan setiap sektor usaha memiliki karakteristik berbeda.

Ia meminta pemerintah daerah menyesuaikan strategi pembinaan sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

“UMKM itu variannya banyak, jadi pendekatannya juga harus berbeda,” ujarnya.

SAPA UMKM Dorong Integrasi dan Kolaborasi

Bima menilai kehadiran SAPA UMKM menjadi langkah penting untuk menyatukan basis data UMKM secara nasional. Ia juga mendorong penguatan kerja kolaboratif antara pemerintah, swasta, perguruan tinggi, dan komunitas.

Menurutnya, platform tersebut membuka ruang co-creation dalam merancang solusi pengembangan UMKM.

“Kalau semua pihak bisa duduk bersama dalam satu platform, kita bisa membangun solusi secara kolaboratif,” katanya.

Dorong Peran Aktif Pemerintah Daerah

Lebih lanjut, Bima menegaskan keberhasilan SAPA UMKM sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah. Ia meminta kepala daerah rutin memperbarui dan memanfaatkan data UMKM di wilayah masing-masing.

Ia menyebut pemerintah daerah paling memahami kondisi lapangan sehingga memiliki peran penting dalam validasi data.

Kemendagri Siap Kawal Implementasi

Bima memastikan Kementerian Dalam Negeri akan mengawal implementasi SAPA UMKM agar pemerintah daerah dapat memanfaatkannya secara optimal.

Ia juga meminta kepala daerah mendukung penuh penggunaan platform tersebut dalam memperkuat pengembangan UMKM di daerah.

“Kemendagri akan mengawal implementasi ini agar kepala daerah benar-benar memanfaatkannya,” ujarnya. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Konversi LPG ke CNG Dinilai Bisa Kurangi Impor Energi
Heboh! Purbaya Kembali Pangkas Anggaran MBG Ratusan Triliun, Ini Alasannya
ESDM Terjunkan Tim Usut Blackout Sumatera, PLN dan Polri Lakukan Investigasi Bersama
Libur Sekolah Idul Adha 2026 Berapa Hari? Ini Prediksi Jadwalnya
Kurs Dolar AS di Bank Besar Masih Tinggi, Rupiah Tertekan Sentimen Domestik dan Global
Luhut Minta Maaf ke Investor Global di Singapura, Akui Gejolak Pasar Keuangan Indonesia
Prabowo Serahkan Rafale hingga A400M untuk Perkuat Kekuatan Udara TNI
Tembus Rp 17.658! Dolar AS Bikin Rupiah Kian Tertekan

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:00 WIB

Konversi LPG ke CNG Dinilai Bisa Kurangi Impor Energi

Senin, 25 Mei 2026 - 14:00 WIB

Heboh! Purbaya Kembali Pangkas Anggaran MBG Ratusan Triliun, Ini Alasannya

Senin, 25 Mei 2026 - 13:00 WIB

ESDM Terjunkan Tim Usut Blackout Sumatera, PLN dan Polri Lakukan Investigasi Bersama

Senin, 25 Mei 2026 - 08:00 WIB

Libur Sekolah Idul Adha 2026 Berapa Hari? Ini Prediksi Jadwalnya

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:39 WIB

Kurs Dolar AS di Bank Besar Masih Tinggi, Rupiah Tertekan Sentimen Domestik dan Global

Berita Terbaru

Nasional

Konversi LPG ke CNG Dinilai Bisa Kurangi Impor Energi

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:00 WIB