Pemerintah Siapkan Pengganti LPG 3 Kg, Bahlil Dorong DME dan CNG Kurangi Impor

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pekerja berada di area pengisian gas elpiji tabung tiga kilogram bersubsidi, di Stasiun Pengisian Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE)

Sejumlah pekerja berada di area pengisian gas elpiji tabung tiga kilogram bersubsidi, di Stasiun Pengisian Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE)

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Pemerintah mulai menyiapkan energi alternatif pengganti LPG 3 kilogram (kg) guna menekan ketergantungan impor gas elpiji. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut pemerintah kini fokus mengembangkan dua proyek utama, yakni Dimethyl Ether (DME) berbahan batu bara dan Compressed Natural Gas (CNG).

Menurut Bahlil Lahadalia, Indonesia masih mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahun. Kondisi tersebut membuat pemerintah harus mengeluarkan devisa hingga Rp140 triliun, termasuk subsidi sekitar Rp80 triliun hingga Rp87 triliun.

“Devisa kita setiap tahun hanya untuk membeli LPG saja sekitar Rp130 sampai Rp140 triliun. Kalau harga minyak dunia naik, nilainya pasti lebih besar lagi,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah Percepat Proyek DME

Pemerintah kembali menghidupkan proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether atau DME sebagai substitusi LPG.

Proyek tersebut sebenarnya sudah lama masuk rencana pemerintah, namun belum berjalan optimal. Kini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai mempercepat realisasinya melalui groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional tahap kedua senilai Rp116 triliun.

Salah satu proyek utama dalam program itu ialah pembangunan fasilitas produksi DME berkapasitas 1,4 juta ton per tahun di Tanjung Enim, Sumatera Selatan.

Prabowo Subianto menyebut hilirisasi menjadi langkah penting untuk memperkuat kemandirian energi nasional dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri.

DME Dinilai Mirip LPG

Kementerian ESDM menilai DME memiliki karakteristik yang hampir sama dengan LPG, baik dari sisi kimia maupun fisika. Karena itu, DME dapat menggunakan infrastruktur LPG yang sudah tersedia, termasuk tabung gas dan fasilitas penyimpanan.

Selain itu, DME juga dinilai lebih ramah lingkungan karena lebih mudah terurai di udara dan mampu menekan emisi gas rumah kaca hingga 20 persen.

Pemerintah juga menilai kualitas api DME lebih stabil dan menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dibandingkan LPG.

Pemerintah Uji Coba Tabung CNG 3 Kg

Selain DME, pemerintah juga mengembangkan penggunaan Compressed Natural Gas atau CNG sebagai alternatif LPG subsidi.

Bahlil Lahadalia menjelaskan penggunaan CNG sebenarnya sudah berjalan di sektor hotel dan restoran melalui tabung ukuran 12 kg dan 20 kg. Namun pemerintah kini menguji teknologi tabung CNG ukuran 3 kg agar bisa digunakan masyarakat luas.

“Kita lagi tes teknologi yang ukuran 3 kilogramnya. Itu sudah kita kerjakan sejak setahun lalu,” kata Bahlil.

Pemerintah juga memastikan subsidi tetap diberikan untuk penggunaan CNG, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat tetap mendapatkan energi dengan harga terjangkau.

Harga CNG Diklaim Lebih Murah

Bahlil Lahadalia mengklaim harga CNG sekitar 30 persen lebih murah dibandingkan LPG karena Indonesia memiliki cadangan gas melimpah.

Menurut dia, pemerintah tidak perlu mengeluarkan biaya impor dan transportasi besar seperti pada LPG.

“Gasnya ada di dalam negeri dan sumbernya tersebar di banyak wilayah, jadi jauh lebih efisien,” ujar Bahlil. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Konversi LPG ke CNG Dinilai Bisa Kurangi Impor Energi
Heboh! Purbaya Kembali Pangkas Anggaran MBG Ratusan Triliun, Ini Alasannya
ESDM Terjunkan Tim Usut Blackout Sumatera, PLN dan Polri Lakukan Investigasi Bersama
Libur Sekolah Idul Adha 2026 Berapa Hari? Ini Prediksi Jadwalnya
Kurs Dolar AS di Bank Besar Masih Tinggi, Rupiah Tertekan Sentimen Domestik dan Global
Luhut Minta Maaf ke Investor Global di Singapura, Akui Gejolak Pasar Keuangan Indonesia
Bima Arya Apresiasi Peluncuran SAPA UMKM, Soroti Masalah Data yang Tak Seragam di Daerah
Prabowo Serahkan Rafale hingga A400M untuk Perkuat Kekuatan Udara TNI

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:00 WIB

Konversi LPG ke CNG Dinilai Bisa Kurangi Impor Energi

Senin, 25 Mei 2026 - 14:00 WIB

Heboh! Purbaya Kembali Pangkas Anggaran MBG Ratusan Triliun, Ini Alasannya

Senin, 25 Mei 2026 - 13:00 WIB

ESDM Terjunkan Tim Usut Blackout Sumatera, PLN dan Polri Lakukan Investigasi Bersama

Senin, 25 Mei 2026 - 08:00 WIB

Libur Sekolah Idul Adha 2026 Berapa Hari? Ini Prediksi Jadwalnya

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:39 WIB

Kurs Dolar AS di Bank Besar Masih Tinggi, Rupiah Tertekan Sentimen Domestik dan Global

Berita Terbaru

Nasional

Konversi LPG ke CNG Dinilai Bisa Kurangi Impor Energi

Selasa, 26 Mei 2026 - 21:00 WIB