Bahlil Tegaskan BBM Subsidi Tidak Naik, Harga Solar Non-Subsidi Tembus Rp30 Ribu per Liter

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KABAR PAJAJARAN – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi meski harga solar non-subsidi di SPBU swasta melonjak tajam hingga menembus Rp30.000 per liter.

Bahlil menyampaikan pernyataan tersebut di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Ia menegaskan pemerintah tetap menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan perlindungan harga BBM subsidi.

“Untuk minyak subsidi, baik bensin, solar, maupun elpiji, tidak akan ada kenaikan,” ujar Bahlil.

Harga BBM Industri Ikuti Mekanisme Pasar

Bahlil menjelaskan pemerintah memang membedakan kebijakan harga BBM subsidi dan non-subsidi. Ia menegaskan BBM non-subsidi—khususnya yang digunakan sektor industri atau masyarakat mampu—mengikuti harga pasar sesuai regulasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2022.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, penyesuaian harga tersebut merupakan kebijakan yang telah berjalan dan tetap konsisten diterapkan.

“BBM yang sifatnya industri atau untuk orang mampu penyesuaiannya berdasarkan harga pasar,” katanya.

Solar SPBU Swasta Naik Tajam

Kenaikan harga BBM non-subsidi terjadi di sejumlah SPBU swasta sejak awal Mei 2026. Produk solar di Vivo Energy Indonesia melonjak signifikan.

Harga Diesel Primus Plus resmi naik menjadi Rp30.890 per liter per 1 Mei 2026. Padahal pada 1 Maret 2026, harga produk yang sama masih berada di Rp14.610 per liter. Dalam dua bulan, harga solar tersebut melonjak Rp16.280 per liter.

Sementara itu, produk bensin Vivo tidak mengalami perubahan. Revvo 92 tetap Rp12.390 per liter dan Revvo 95 bertahan Rp12.930 per liter.

Kenaikan serupa terjadi di BP Indonesia. Harga BP Ultimate Diesel kini mencapai Rp30.890 per liter, naik dari Rp25.560 per liter. Adapun harga BP 92 dan BP Ultimate tidak berubah, masing-masing tetap Rp12.390 dan Rp12.930 per liter.

Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas

Pemerintah menilai kebijakan menjaga harga BBM subsidi tetap stabil menjadi langkah penting untuk melindungi masyarakat. Di sisi lain, pemerintah tetap membiarkan BBM non-subsidi mengikuti dinamika pasar global energi.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga meski harga energi global berfluktuasi. ***(Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Reshuffle Besar dan Pelantikan 26 Wantimpres Warnai Awal Oktober Pemerintahan Prabowo
Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi
Demo 6-8 Oktober di DPR/MPR, Polisi Imbau Pengendara Antisipasi Kepadatan
Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan
Harga LPG 5,5 Kg dan 12 Kg 1 Oktober 2026, Cek Daftar Lengkap per Provinsi
Jasad di Pulau Enggano Identik dengan ABK Kapal yang Hilang, Jarak dari Pulau Sebesi Capai 345 Km
1.500 Pulau Indonesia Terancam Tenggelam pada 2050, Pemerintah Soroti Kenaikan Air Laut

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:55 WIB

Reshuffle Besar dan Pelantikan 26 Wantimpres Warnai Awal Oktober Pemerintahan Prabowo

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Fenomena ASN Resign Makin Ramai, BKN Ungkap Hanya 384 Orang yang Benar-Benar Keluar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Kalapas Cibinong Wisnu Hani Putranto Dipecat Imipas, 17 ASN Kena Sanksi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Demo 6-8 Oktober di DPR/MPR, Polisi Imbau Pengendara Antisipasi Kepadatan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet, Pengamat: Peralihan dari Era Jokowi Dituntaskan

Berita Terbaru