KABAR PAJAJARAN – Mulai 9 Mei 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengganti nama KA Argo Bromo Anggrek menjadi KA Anggrek. Perusahaan mengambil langkah ini sebagai bagian dari penyegaran identitas layanan kereta eksekutif rute Surabaya Pasarturi–Gambir yang sudah puluhan tahun melayani penumpang.
Perubahan nama ini hadir tidak lama setelah insiden kecelakaan yang melibatkan rangkaian kereta tersebut dengan KRL Commuter Line di sekitar Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026. Selain itu, informasi mengenai kebijakan baru ini dirangkum dari laporan detikcom.
KAI Sederhanakan Nama, Sejarah Tetap Dijaga
Pertama, KAI ingin menghadirkan nama yang lebih singkat dan mudah diingat publik. Karena itu, perusahaan memilih nama KA Anggrek sebagai bentuk penyederhanaan identitas. Meski demikian, KAI tetap menjaga nilai sejarah yang telah melekat pada layanan kereta tersebut. Dengan kata lain, perubahan ini menandai evolusi layanan, bukan penghapusan jejak masa lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Filosofi Anggrek Jadi Simbol Layanan
Selanjutnya, KAI menjelaskan alasan pemilihan nama Anggrek. Perusahaan melihat bunga anggrek sebagai simbol ketahanan dan kemampuan beradaptasi. Oleh sebab itu, nama ini dianggap mampu merepresentasikan layanan kereta yang tetap tangguh sekaligus nyaman. Selain itu, filosofi anggrek juga menggambarkan keanggunan dan ketenangan yang ingin dihadirkan dalam setiap perjalanan penumpang.
Tiket Lama Tetap Berlaku Tanpa Perubahan
Sementara itu, KAI memastikan perubahan nama tidak mengganggu penumpang. Penumpang yang sudah membeli tiket KA Argo Bromo Anggrek tetap bisa menggunakan tiket tersebut tanpa perlu menukar atau mengubah jadwal. Bahkan, seluruh fasilitas, kelas layanan, dan waktu keberangkatan tetap berjalan seperti sebelumnya.
Dengan demikian, KAI menargetkan proses transisi menuju nama KA Anggrek berlangsung mulus. Pada akhirnya, perusahaan berharap identitas baru ini semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta jarak jauh di Indonesia. ***(Ant)






