KABAR PAJAJARAN – Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) bergerak cepat memperketat pengawasan pelaksanaan UTBK 2026 setelah menemukan berbagai modus kecurangan berbasis teknologi di sejumlah pusat ujian.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, mengungkapkan panitia menerima laporan pelanggaran sejak pagi hari pelaksanaan ujian. Ia menegaskan panitia terus meningkatkan pengamanan untuk mencegah praktik serupa terjadi pada sesi berikutnya.
“Sejak pagi kami sudah menerima berbagai laporan upaya kecurangan di beberapa pusat UTBK,” ujar Eduart dalam konferensi pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Modus Curang Semakin Beragam
Panitia mencatat sejumlah temuan mencolok di berbagai perguruan tinggi. Di Universitas Diponegoro, petugas menemukan peserta menggunakan perangkat elektronik tersembunyi di telinga saat pemeriksaan awal. Temuan tersebut menunjukkan pelaku memanfaatkan perangkat mini berteknologi tinggi untuk membantu pengerjaan soal.
Sementara itu, di Universitas Sulawesi Barat, panitia mendeteksi dugaan praktik perjokian dengan pola tidak biasa. Satu orang diduga mengikuti UTBK dalam dua tahun berbeda menggunakan identitas berbeda.
Kasus serupa juga muncul di Universitas Negeri Malang, ketika petugas menemukan indikasi penggunaan identitas palsu oleh peserta ujian. Dugaan pelanggaran turut terdeteksi di Universitas Negeri Surabaya serta Universitas Airlangga.
SNPMB menilai pola kecurangan yang berulang di berbagai lokasi menunjukkan adanya upaya sistematis yang memanfaatkan celah pengawasan.
DPR Dorong Evaluasi Menyeluruh
Menanggapi temuan tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah dan panitia seleksi melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem UTBK. Ia menilai penguatan teknologi pengawasan menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga keadilan seleksi nasional.
Sebagai pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Puan menegaskan negara harus memastikan proses seleksi tetap menjunjung prinsip meritokrasi agar peserta yang jujur tidak dirugikan.
Fokus Perbaikan Sistem
SNPMB menegaskan akan menjadikan seluruh temuan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki desain pengawasan pada pelaksanaan UTBK berikutnya. Panitia menargetkan sistem yang lebih adaptif agar mampu menutup celah kecurangan di masa depan dan menjaga kepercayaan publik terhadap seleksi masuk perguruan tinggi negeri. ***(Ant)






