MAJALENGKA, KABAR PAJAJARAN — Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Majalengka menggelar aksi unjuk rasa di kantor PT Sindangkasih Multi Usaha (SMU), Kamis (16/4/2026). Aksi berlangsung di Jalan KH Abdul Halim, Pasar Balong, wilayah Kabupaten Majalengka.
Mahasiswa menilai keberadaan BUMD tersebut belum memberi dampak nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Koordinator lapangan aksi, Iqbal, menegaskan PT SMU seharusnya mampu menjadi salah satu motor penggerak pemasukan daerah.
“BUMD seharusnya menjadi sumber PAD. Namun hingga kini kontribusinya belum terlihat jelas,” tegasnya saat berorasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Soroti Kinerja Pengurus Baru
Selain menyoroti minimnya kontribusi, massa aksi juga mempertanyakan kinerja jajaran pengurus PT SMU yang dilantik pada September 2025. Mereka menilai manajemen baru belum menunjukkan arah bisnis yang tegas.
“Kami belum melihat strategi jelas perusahaan ini mau dibawa ke mana,” ujar Iqbal di hadapan peserta aksi.
PMII mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan PT SMU. Menurut mereka, langkah tersebut penting agar BUMD dapat berjalan optimal, memberi manfaat bagi masyarakat, sekaligus meningkatkan PAD.
Bupati Terima Audiensi Mahasiswa
Bupati Majalengka, Eman Suherman, langsung menerima audiensi perwakilan mahasiswa di ruang rapat pemerintah daerah. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap BUMD milik daerah.
“Saya mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang peduli terhadap BUMD kita. Masukan ini penting bagi pemerintah daerah,” katanya.
Eman menegaskan Pemkab Majalengka akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan melakukan evaluasi kinerja PT SMU. Pemerintah ingin memastikan perusahaan daerah mampu beroperasi lebih efektif dan berkontribusi pada pendapatan daerah.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan berjalan tertib. PMII berharap pemerintah segera merealisasikan evaluasi agar PT SMU dapat berkembang dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Majalengka. *** (Chq)
















