KABAR PAJAJARAN – Retakan sepanjang sekitar 80 meter dengan kedalaman mencapai 2 meter terjadi di ruas Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan (Cisumdawu) KM 207 arah Bandung. Insiden ini memaksa pengelola menutup sementara jalur utama demi keselamatan pengguna jalan.
Direktur Utama PT Citra Karya Jabar Tol, Agustinus Sudrajat, menegaskan pihaknya langsung mengambil langkah cepat setelah menemukan keretakan di badan jalan.
Menurutnya, penutupan dilakukan atas diskresi Kepolisian Negara Republik Indonesia. Arus kendaraan dari Bandung menuju Cirebon kini dialihkan keluar melalui Gerbang Tol Paseh. Selain itu, pengelola menerapkan rekayasa lalu lintas contra flow di jalur B arah Bandung pada KM 206+125 hingga KM 208+200.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penanganan Cepat di Lapangan
Tim teknis langsung memasang rambu peringatan, menurunkan batas kecepatan, serta menutup retakan menggunakan aspal sebagai langkah darurat. Pengelola juga menyiapkan penanganan jangka panjang untuk memastikan keamanan struktur jalan tetap terjaga.
Agustinus menjelaskan, tim melakukan pengukuran topografi untuk menentukan area terdampak, menyelidiki kondisi tanah, serta mengukur kedalaman bidang longsoran. Analisis awal menunjukkan hujan berintensitas tinggi menjadi pemicu utama keretakan.
Siapkan Perkuatan Struktur Jalan
Pengelola akan melanjutkan analisis geoteknik guna menentukan metode perkuatan permanen. Rencananya, perbaikan dilakukan menggunakan bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter dan panjang penanganan mencapai 100 meter.
Selain itu, tim juga mengevaluasi sistem drainase secara menyeluruh untuk memastikan aliran air berfungsi optimal dan mencegah kerusakan serupa terulang.
Imbauan untuk Pengguna Jalan
Pengelola terus memantau titik rawan secara berkala dan berkoordinasi dengan berbagai pihak. Pengguna jalan diminta mematuhi rambu, mengikuti arahan petugas, serta mengutamakan keselamatan selama melintas di sekitar lokasi penanganan. ***(Ant)






