Waspada! ‘Godzilla’ El Nino Ancam Indonesia Mulai April 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 12:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kemarau, (Freepik)

Ilustrasi Kemarau, (Freepik)

Kabar PajajaranBadan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi fenomena El Nino kuat atau ‘Godzilla’ El Nino akan terjadi mulai April 2026. Fenomena ini diperkirakan berlangsung hingga Oktober 2026 dan berpotensi memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, BRIN menilai El Nino tahun ini akan semakin kuat karena didukung oleh Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Akibatnya, dampak kekeringan di wilayah selatan Indonesia diperkirakan akan semakin parah.

Kemarau Panjang Mulai Menguat

Secara umum, El Nino mendorong pembentukan awan bergeser ke wilayah Samudra Pasifik. Oleh karena itu, sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami penurunan curah hujan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, pendinginan suhu permukaan laut di sekitar Sumatra dan Jawa memperkuat kondisi tersebut. Alhasil, pembentukan awan semakin berkurang dan musim kemarau menjadi lebih panjang serta kering.

Berdasarkan model prediksi BRIN, kemarau kering akan mendominasi wilayah Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara Timur pada April hingga Juli 2026.

Namun, Wilayah Timur Justru Diguyur Hujan

Meski demikian, kondisi berbeda justru terjadi di wilayah timur Indonesia. BRIN memprediksi curah hujan tetap tinggi di sejumlah daerah, bahkan saat musim kemarau.

Misalnya, wilayah Sulawesi, Halmahera, dan Maluku masih berpotensi mengalami hujan. Karena itu, risiko banjir dan longsor di daerah tersebut perlu diantisipasi sejak dini.

Dampak Ganda Perlu Diwaspadai

Lebih lanjut, BRIN mengidentifikasi sejumlah dampak yang berpotensi terjadi. Pertama, kekeringan dapat mengancam wilayah selatan Indonesia, terutama kawasan Pantura Jawa sebagai lumbung padi nasional.

Kedua, di saat yang sama, curah hujan tinggi di wilayah timur berpotensi memicu banjir. Selain itu, risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga meningkat di Sumatra dan Kalimantan.

Namun demikian, kondisi kemarau panjang juga membuka peluang. Pemerintah dapat mengoptimalkan produksi garam nasional, khususnya di wilayah selatan Indonesia.

Periset Erma Yulihastin menegaskan pentingnya langkah antisipasi sejak awal. Ia menilai pemerintah harus bersiap menghadapi dampak yang berbeda di tiap wilayah.

Mitigasi Harus Segera Disiapkan

Oleh sebab itu, pemerintah perlu menyiapkan strategi mitigasi secara menyeluruh. Tidak hanya itu, pengelolaan sumber daya air dan kesiapsiagaan bencana juga harus diperkuat.

Di samping itu, perlindungan terhadap sektor pangan perlu menjadi prioritas. Pasalnya, kekeringan berpotensi mengganggu produksi di wilayah selatan.

Dengan demikian, kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan. Terlebih, kombinasi El Nino kuat dan IOD positif dapat memperbesar risiko bencana sepanjang 2026. *** (Ant)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus
Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi
KPK Ungkap Kronologi Penitipan Penahanan Febrie Adriansyah di Rutan Gedung Merah Putih
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid
Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang
Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara
Pembangunan IKN Berlanjut, Basuki Usulkan Anggaran Tambahan Rp2,7 Triliun
Banyak Warga Panik Isi BBM, Pertamina Beri Penjelasan Mengejutkan soal Stok

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:00 WIB

Perselisihan Satpam dan Pengemudi Alphard di Bundaran HI Berakhir Damai, Propam Tetap Dalami Kasus

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:00 WIB

Kopdes Merah Putih Banyuwangi Luncurkan Radio Streaming untuk Perkuat Layanan Informasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 07:00 WIB

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 Persen, Menkeu Purbaya Sebut APBN Semester I-2026 Makin Solid

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:21 WIB

Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Kepala BGN, Gantikan Nanik S Deyang

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:32 WIB

Kabar Mengejutkan! Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur, Istana Akhirnya Buka Suara

Berita Terbaru