Data Astronomis dan Kriteria MABIMS
Berdasarkan data hisab yang dipaparkan dalam sidang, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia pada hari ini berada pada rentang:
-
Ketinggian hilal: antara 0° 54′ 27″ hingga 3° 07′ 52″.
-
Sudut elongasi: antara 4° 32′ 40″ hingga 6° 06′ 11″.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Data tersebut menunjukkan bahwa posisi hilal saat ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.
Hasil Pengamatan Lapangan
Laporan dari tim pemantau yang tersebar di setidaknya 117 titik pengamatan dari Papua hingga Aceh juga mengonfirmasi hal yang sama. Tidak ada satu pun petugas yang melaporkan telah melihat hilal pada sore hari ini.
Keputusan Sidang Isbat
Setelah bermusyawarah dengan para pakar falak, astronomi, perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI), pemerintah menetapkan bahwa:
1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026.
Keputusan ini diambil sebagai langkah untuk memastikan keseragaman dalam merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. ***(Ant)






