Jakarta, Kabar Pajajaran – Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan terbaru dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Polisi menyebut aksi tersebut diduga dilakukan oleh empat orang pelaku yang telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian.
Direktur Reserse Kriminal Umum Iman Imanuddin mengatakan, dugaan tersebut diperoleh dari analisis rekaman CCTV di sejumlah titik di wilayah Jakarta.
“Berdasarkan hasil analisa rekaman CCTV dari beberapa titik di Jakarta, para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian. Pergerakan mereka terdeteksi melalui beberapa kamera pengawas,” ujar Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Senin (16/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Iman, pergerakan para pelaku terpantau sejak kawasan Jakarta Selatan hingga mendekati lokasi kejadian di Jakarta Pusat. Dari rekaman tersebut, pelaku sempat melintas dan berputar di sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan pusat pemerintahan.
Para pelaku diketahui sempat mengitari Monumen Nasional dengan melintasi Jalan Medan Merdeka Raya, Jalan Ir H Juanda, serta kawasan Tugu Tani sebelum menuju Gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.
Saat itu, Andrie Yunus diketahui sedang menghadiri sebuah acara di Gedung YLBHI. Polisi menduga para pelaku mulai mengikuti korban setelah kegiatan tersebut selesai.
“Dari YLBHI ini sudah mulai para pelaku mengikuti korban ketika korban selesai acara. Korban tidak langsung menuju lokasi kejadian, namun sempat mengisi bahan bakar di kawasan Cikini Raya, dan itu juga diikuti oleh para pelaku,” kata Iman.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga terdapat empat orang pelaku yang menggunakan dua sepeda motor. Keempatnya terlihat menunggu korban di sekitar SPBU Cikini Raya sebelum akhirnya membuntuti korban.
“Sekitar pukul 23.32 hingga 23.35 WIB para terduga pelaku terlihat berada di SPBU Cikini Raya. Diduga empat orang menggunakan dua sepeda motor menunggu korban di depan KFC Cikini, kemudian mengikuti korban menuju Jalan Diponegoro dan selanjutnya ke arah Jalan Salemba 1,” jelasnya.
Aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026 sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba 1, tepatnya di persimpangan Jalan Talang, Jakarta Pusat.
Iman menegaskan bahwa pihaknya telah memperoleh rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah para pelaku dengan cukup jelas. Temuan tersebut dinilai sangat membantu proses penyelidikan yang saat ini masih terus berjalan.
“Puji syukur kita memperoleh rekaman CCTV dengan gambar yang cukup jelas, sehingga ini sangat membantu dalam proses penyidikan dan penyelidikan kami,” pungkasnya. ***(Ant)






